Månadsvis arkiv: januari 2018

Nasib Universitas yang Didirikan Warga AS Di Pyongyang

TIDAK banyak yang tahu kalau rupanya Korea Utara (Korut) mempunyai kampus swasta yang dikelola oleh warga berkebangsaan Amerika Serikat (AS), yaitu Pyongyang University of Science and Technology (PUST).

Kampus Tehnologi serta Sains Pyongyang ini yaitu hanya satu perguruan tinggi swasta di negeri tertutup itu.

Institusi yang berdiri pada Oktober 2010 itu didanai keseluruhan oleh negara-negara asing, serta salah nya ialah AS.

Gagasan pendirian kampus tersebut diprakarsai oleh grup evangelical atau misionaris Kristen dari AS yang lakukan misi kemanusiaan di Korut.

Baca juga : Biaya Kuliah UGMBiaya UKT UGM

Kampus ini tidak berada di tempat asal-asalan. Walau terdapat diluar kota Pyongyang, pemerintah Korut sendirilah yang membagikan ruang spesial untuk kampus itu.

Diperlukan izin spesial untuk komune akademik (civitas academica) kampus untuk melancong ke Pyongyang.

Kampus itu mempunyai beberapa fakultas seperti fakultas usaha, tehnik, kedokteran, pertanian dan biologi serta bhs asing.

Semuanya mata kuliah di ajarkan dalam Bhs Inggris dengan keinginan bisa membuat generasi-generasi muda Korut yang bisa berperan untuk perkembangan ekonomi negara itu.

Selama ini PUST sekian umum kampus ini disingkat mempunyai 500 mahasiswa pria serta 60 mahasiswi wanita.

Dosen-dosen kampus sendiri umumnya datang dari AS. Ada pula yang datang dari China, Kanada, serta Inggris.

Travel ban AS

Tetapi, masa depan kampus ini jadi suram sesudah travel ban yang di keluarkan pemerintah AS pada warganya untuk melancong ke Korut.

Larangan melancong yang di keluarkan pemerintahan Donald Trump ini resmi berlaku Jumat minggu kemarin.

Perkuliahan semester baru sendiri sudah diawali tempo hari Senin (4/9/2017) tanpa ada staf pengajar dari AS.

Larangan ini jadi pukulan berat karna separuh dari 60-80 dosen datang dari AS.

Mereka yaitu profesor-profesor yang bersedia menyempatkan saatnya untuk memberikan diri mengajar di Korut.

Pendiri kampus itu, James Kim, serta rektornya, Park Chan-mo, yang berkewarganegaraan AS sudah meninggalkan Pyongyang, Jumat kemarin.

Baca juga : Biaya Kuliah Gundar

Selama ini kampus tergantung pada 20-25 staf pengajar beda sekian di sampaikan oleh Colin McCulloch, Direktur Jalinan Internasional PUST pada The New York Times.

Kampus menyebutkan juga akan coba merekrut staf pengajar beda diluar AS untuk menangani problem pelik ini.

Washington menyebutkan masih tetap juga akan memperhitungkan visa spesial untuk warganya yang melancong ke Korut dalam rencana misi kemanusiaan serta kebutuhan nasional.

PUST menyebutkan juga akan memajukan permintaan visa untuk staf pengajar AS dengan memakai pengecualian itu.

Selama ini pengoperasian kampus jalan lancar walaupun pertanyaan menyelimuti masa depan uji coba pendidikan yang unik ini.

Tak ada problem bermakna yang keluar terkecuali dua orang relawan kampus ditahan aparat Korut tahun ini dengan argumen aksi yg tidak bersahabat pada rezim Kim Jong Un.

0 kommentarer