Månadsvis arkiv: juni 2018

UIII Diharapkan Jadi Pusat Kajian Peradaban Islam

Pemerintah sudah mengawali pembangunan universitas Kampus Islam Internasional Indonesia (UIII). Universitas itu diinginkan bisa jadi pusat kajian peradaban Islam di saat mendatang.

Gagasan pembangunan universitas itu sudah digodok mulai sejak dua th. kemarin. Seperti prinsip penelitian yang senantiasa lihat ke depan, design bangunan UIII juga bakal futuristik. “Baik dari segi design, tata ruangan, kampusnya, itu benar-benar suatu universitas hari esok. Kita mengharapkan UIII betul-betul jadi pusat kajian, riset per adaban Islam di negara kita, Indonesia, ” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) waktu penempatan batu pertama pembangunan Universitas UIII di Depok, Jawa Barat, tempo hari.

Baca juga: Biaya Kuliah UIN JAKARTA

Jokowi menuturkan, Indonesia jadi negara ber masyarakat muslim paling besar didunia telah sewajarnya jadi referensi untuk negara lainnya.

Lebih utama referensi dalam perkembangan peradaban Islam didunia. “Inilah (UIII) kelak tempatnya, “ kata Jokowi. Menurut bekas Gubernur DKI Jakarta itu tak gampang mencari tempat yang pas untuk pembangunan universitas UIII Pulau Jawa. Clausalnya, Jokowi inginkan supaya universitas ter sebut di bangun diatas tempat 1. 000 hektare.

Di segi lainnya tim pembangunan tak sepakat bila UIII di bangun diluar Jawa. “Ya telah saat ini di bangun saja di Jawa, dicarikan tempat yang mendekati 1. 000 hektare. Nyatanya kita memperoleh tempat 142 hektare. Memanglah jauh dari 1. 000 hektare, namun sesudah lihat di lapangan yang tadi, saya juga kaget nyatanya 142 hektare suatu tempat yang juga luas. Alhamdulillah. Saya tak pikirkan bila bisa yang 1. 000 hektare, ” tutur Jokowi.

Selanjutnya pembangunan UIII itu menelan biaya kira-kira Rp3, 5 triliun. Pembangunan itu juga adalah satu diantara program strategis nasional pemerintah. Gagasannya, untuk th. itu pemerintah membagikan Rp700 miliar untuk pembangunan step pertama.

“Selesai keseluruhan kira-kira 4 th.. Th. depan insyaallah telah dapat kita pakai universitas itu untuk 1, 2, 3 mata kuliah yang telah kita sediakan. Kita mengharapkan sebagian inspirasi yang ada itu dapat percepat hadirnya kesejahteraan umat untuk semua orang-orang Indonesia, ” tuturnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan argumen pembangunan UIII itu yaitu bukan sekedar untuk penuhi keperluan domestik di bagian pendidikan tinggi Islam, namun juga penuhi keperluan orang-orang global. Diluar itu, sekalian untuk meneguhkan kepemimpinan Indonesia didunia Islam internasional.

Hal semacam ini tidak sama dari beberapa universitas Islam yang telah ada, yang mana pekerjaan serta manfaat UIII tak cuma untuk penyelenggara sistem belajar mengajar, penelitian, serta dedikasi orang-orang semata. “Lebih dari ini universitas itu ditujukan jadi usaha kita untuk bangun peradaban Islam Indonesia serta mengontribusikannya untuk peradaban global lewat jalur pendidikan, “ tuturnya.

Lukman menyampaikan, sampai kini bila mengulas peradaban Islam jadi yang senantiasa mengemuka yaitu peradaban Islam Arab, peradaban Persia, atau peradaban Turki, tanpa ada menyebutkan peradaban Islam Indonesia. Walau sebenarnya histori peradaban Islam di Indonesia sudah melalui rentang saat yang sangat panjang.

“Serta sudah mewariskan satu ciri-ciri, yakni Islam wasathiyah yang dapat dibuktikan andal meningkatkan nilainilai Islam dalam lingkungan budaya yang plural serta toleransi, ” katanya. Jadi negara dengan populasi muslim paling besar didunia, peradaban Islam di Indonesia sekarang ini jadi satu diantara fokus perhatian dunia.

Dengan cara umum dunia mengapresiasi muslim Indonesia yang mempunyai kapabilitas mengelola keragaman budayanya, melindungi toleransi, serta keselarasan antarwarganya. “Serta terbuka pada nilai-nilai serta universalitas demokrasi serta hak asasi manusia. Hal semacam ini sudah sukses mengikat dunia muslim untuk belajar serta ambil ide dari Indonesia, ” kata Lukman.

Baca juga: Biaya Kuliah UIN SURABAYA

Politikus PPP ini menyampaikan, UIII cuma bakal buka tingkat pendidikan magister serta doktor. Universitas itu bakal di bangun diatas tiga nilai basic, yaitu nilai-nilai ke islaman, wacana serta projectsi global, dan nilai-nilai keindonesiaan. Untuk wujudkan misi serta visi ini, universitas itu bukan sekedar bakal mempunyai fakultas-fakultas serta perpustakaan, walau demikian juga pusat peradaban Islam, pusat kajian strategis Islam, pusat studi lokasi Islam, dan museum seni serta budaya Islam yang bakal men jadi pusat reservasi macam artifak serta manuskrip Islam Nusantara.

0 kommentarer

Pengamat Untar Nilai Proyek Listrik 35 Ribu MW Lamban

Pengamat energi yang dosen Kampus Tarumanagara, Ahmad Redi mengkritik lambannya megaproyek listrik 35 ribu megawatt (MW). Menurut dia, ada beberapa aspek yang mengakibatkan project itu jalan lambat, salah satunya perlu pembiayaan besar yang menjangkau Rp1. 100 triliun.

Baca juga: Biaya Kuliah UNJPendaftaran UNJ

” Ada kesan PLN jadi operator kurang dapat bekerjasama dengan Kementerian ESDM jadi regulator serta pengawas tehnis. Koordinasi dengan Kementerian ESDM juga tidak demikian baik, ” kata dia di Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Sejatinya, kata Redi, waktu project jalan lambat, PLN berikan peluang keyakinan pada IPP untuk membuat pembangkit. Dia merekomendasikan, baiknya direksi PLN tidak memakai pendekatan yang sama dengan project 10 ribu MW yang tidak berhasil.

Menurut dia, pemerintah, termasuk juga PLN perlu lakukan terobosan hukum dengan buka ruang hukum agar tujuan 35 ribu MW dapat terwujud. Pihaknya juga mengkritik Ketentuan Presiden (PP) Nomor 4 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menurut dia bak ” macan ompong ”.

” Project besar ini perlu orang super power, ingin lakukan kebijakan extra ordinary. Bila hanya berfikir taktis saja akan tidak usai. Bila PLN lamban, kasih ke IPP disertai kepastian investasi. Program ini kan jadi taruhan pemerintah saat ini, ” katanya.

Baca juga: Biaya Kuliah UNSYIAHPendaftaran UNSYIAH

Bila project listrik ini tidak berhasil, maka akan jadi catatan merah karna project listrik 10 ribu MW yang ditugaskan terlebih dulu ke PLN tidak maksimum. ” Kenyataannya, program listrik 35 ribu MW ini sangat perlahan progress-nya. Bahkan juga PLN sempat ribut dengan Pertamina masalah harga uap gas bumi untuk PLTP Kamojang, sekian waktu lalu, ” tukasnya.

0 kommentarer

HT Berbagi Visi, Kualitas dan Kecepatan di Untidar

Kesuksesan dapat diraih bila memiliki visi atau maksud yang pasti. Pesan itu di sampaikan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat memberi kuliah umum di Kampus Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Senin 5 September 2016.

Baca juga: Biaya Kuliah UEU

” Dalam mengambil langkah, apa pun yang kita lakukan pastikan kita miliki visi, maksud, arah yang pasti, ” katanya.

Dia memohon beberapa mahasiswa untuk memastikan visi, agar hidup jadi terukur. ” Mumpung baru masuk universitas, punyailah visi yang pasti, kelak kalian mentasnya kemana. Dulu waktu kuliah, telah terang saya ingin tekuni bagian keuangan terutama pasar modal, ” tuturnya.

Setelah memastikan visi, lanjut HT, kerjakan secara cepat dan berkwalitas. ” Bila kita miliki visi tapi pengerjaannya tanpa ada kwalitas, akan tidak sampai, ” ungkap lulusan Ottawa University, Kanada ini.

Bapak lima anak ini memberikan, untuk mencapai kesuksesan harus konsekwen ikuti akhirnya dan harus berkelanjutan. ” Berhasil harus dibuat, dapat cepat, dapat lama, dapat tidak terjadi suatu hal. Semua bergantung kwalitas kita, ” katanya.

Dia mengharapkan, diantara mahasiswa yang ikuti kuliah biasanya ada yang memastikan visi jadi entrepreneur yang dapat membuat lapangan kerja dan berperan pajak pada negara. Saat ini, entrepreneur produktif di Tanah Air hanya sekitar 1 juta orang. Indonesia perlu penambahan 3-4 juta entrepreneur.

Disamping itu, Rektor Kampus Tidar Cahyo Yusuf mengungkap, kampusnya memiliki visi membuat lulusan yang kuasai Iptek dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Baca juga: Jurusan di UNSIKA

” Mahasiswa juga akan jadi sarjana plus yang memiliki kecakapan berwiraswasta. Dapat buka lapangan pekerjaan, ” katanya

Dalam peluang itu HT menyerahkan pertolongan dana pendidikan untuk masiswa berprestasi Kampus Tidar.

0 kommentarer

Fikes UMM Buka Program Profesi Fisioterapi

Tahun ajaran baru ini, Fakultas Pengetahuan Kesehatan (Fikes) Kampus Muhammadiyah Malang (UMM) buka program baru pendidikan profesi yaitu fisioterapi. Penyelenggaraan pendidikan profesi fisioterapi, adalah tindak lanjut dari Ketentuan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 80/2013 mengenai Penyelenggaraan Pekerjaan serta Praktek Fisioterapis.

Baca juga: Biaya Kuliah UNSAMPendaftaran UNSAM

Ditargetkan mulai tahun ajaran 2018/2019, pendidikan profesi fisioterapi ini juga akan mulai terima pendaftaran untuk mahasiswa baru atau lulusan sarjana fisioterapi UMM.

“Sejak tahun 2012, kita sudah buka pendidikan strata satu fisioterapi. Telah meluluskan satu angkatan, ” tutur Kepala Program Studi Fisioterapi, Fiskes UMM, Atika Yulianti, Rabu (30/5/2018).

Antika mengatakan, sampai kini tempat pendidikan profesi fisioterapi masih tetap begitu terbatas. Di Indonesia, baru lima perguruan tinggi yang mempunyai program profesi fisioterapi.

Baca juga: Biaya Kuliah UNIMALPendaftaran UNIMAL

Salah satunya Kampus Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Solo, Kampus Udayana Bali ; Kampus Hasanudin (Unhas) Makassar, serta Kampus Muhammadiyah Surakarta (UMS). Terlebih dulu Fiskes UMM, juga sudah buka program pendidikan profesi ners serta apoteker.

0 kommentarer