Kehidupan Universitas

Puluhan Mahasiswa Gunadarma Serukan Anti-Bullying

Beberapa puluh mahasiswa Kampus Gunadarma Depok yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) mengadakan tindakan dimuka Gedung Rektorat, Universitas D Gunadarma, Jalan Margonda Raya, Selasa (18/7/2017). Mereka mengadakan tindakan dengan membentangkan spanduk sinyal tangan support pada seseorang mahasiswa berkebutuhan spesial korban bullying, Muhammad Farhan (MF).

Baca juga: Biaya Kuliah POLMANPendaftaran POLMAN

Koordinator LISUMA, Fajar Muchlasin, menyebutkan, pihaknya selalu mensupport MF dalam menyelesaikan masalah bullying yang dikerjakan beberapa mahasiswa. Spanduk yang mereka bawa diisi sinyal tangan mahasiswa yang mensupport anti bullying di universitas.

” Problem bullying yang berlangsung pada MF yang bertanggungjawab bukanlah universitas saja tapi semuanya mahasiswa. Kami menginginkan menyadarkan serta meneriakkan antibullying ke tiap-tiap pojok gedung Gunadarma, ” tuturnya,

Menurutnya, apa yang dihadapi MF telah termasuk juga bullying serta hal itu tidak dapat dilewatkan. ” Saya belum juga sempat ketemu dengan MF dengan segera, tapi rekan saya telah. Dari langkah bicaranya terbata-bata, sempat ada masalah dia salah masuk kelas serta itu diperolok-olok rekannya. Itukan telah pelanggaran serta tidak dapat dilewatkan, ” tandasnya.

Baca juga: Biaya Kuliah UNPADPendaftaran UNPAD

Karenanya, pihaknya mengharapkan pada Rektor Kampus Gunadarma supaya selekasnya ambil sikap tegas pada beberapa aktor bullying.

Tim Bimasakti Pertamina UGM Banjir Dukungan

Telkomsel memberi support untuk Tim Bimasakti Pertamina Kampus Gadjah Mada (UGM) untuk bertanding dalam arena The 15th Student Formula SAE Competition of Japan yang diselenggarakan pada bln. September 2017 di Shizuoka, Jepang.

Baca juga: Biaya Kuliah UNNESBiaya UKT UNNES

Support berbentuk keperluan operasional tim ini diberi untuk memberi semangat pada anak-anak muda yang berlaga untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

GM ICT Operation Region Jateng and DIY Telkomsel, Iswandi menyebutkan, dengan semangat, Telkomsel mengajak orang-orang Indonesia untuk bersama menyebarkan semangat memajukan Indonesia lewat kreasi yang positif.

“Semangat Telkomsel ini yang kami dapatkan salah satunya pada anak-anak muda yang menginginkan berperan serta mengharumkan nama Indonesia, satu diantaranya Tim Bimasakti Pertamina UGM, ” tutur Iswandi dalam tayangan persnya pada SINDOnews, Selasa (22/8/2017).

“Sama seperti Telkomsel, Tim Bimasakti Pertamina UGM mempunyai kemauan yang kuat selalu untuk berinovasi, berkarya dengan kreatif, serta tetaplah gigih dalam mendatangkan yang paling baik. Beberapa mahasiswa ini tidak kenal capek tingkatkan kwalitas mesin serta desain dalam membuat mobil formula. Kami mengharapkan support Telkomsel dapat memberi suntikan motivasi untuk tim yang berkiprah di arena The 15th Student Formula SAE Competition of Japan untuk Buat Bagus Indonesia di kancah internasional, ” katanya.

Baca juga: Biaya Kuliah UNUDBiaya UKT UNUD

Disamping itu, Kapten Tim Bimasakti Pertamina UGM Rifqi Taufik Alhakim mengapresiasi support Telkomsel. “Kami berterimakasih pada Telkomsel, karna sudah jadi Exclusive Diamond Sponsor kami.

Adalah satu kehormatan untuk kami jadi anak bangsa untuk membawa nama Telkomsel di Student Formula Japan 2017 kelak. Mudah-mudahan, dengan support ini, kami mengharapkan bisa peroleh hasil yang maksimum di Negeri Sakura kelak, serta pada periode panjang bisa ikut berperan dalam perkembangan tehnologi Indonesia, ” ungkap Rifqi.

Astra Buka Kampung Berseri ke 65 di Aceh

PT Astra International Tbk melakukan kick-off Kampung Berseri Astra (KBA) ke-65 yang berada di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Keseluruhannya, KBA sudah menyebar di 28 propinsi di Indonesia.

Baca juga: Biaya Kuliah ITBPendaftaran ITB

Acara kick-off KBA di hadiri Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Wakil Rektor Kampus Syiah Kuala Bagian Kemahasiswaan serta Alumni Hafni, Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah, Ketua Koordinator Group Astra Lokasi Aceh Iwan Yanuarsi dan perwakilan tokoh orang-orang setempat. Aminullah menyebutkan aktivitas kick-off KBA ini adalah peluang yang istimewa.

” Budaya tani tiram disini telah beberapa ratus tahun berjalan, namun tekniknya masih tetap tradisionil. Buat beberapa petani tiram mesti berendam di air sepanjang berjam-jam. Mudah-mudahan dengan kerja sama Astra serta Kampus Syiah Kuala ini, beberapa petani tiram dilatih serta diperkembang tehnik ataupun nonteknik agar hasil pembudidayaan tiram lebih gampang serta naik mutunya, ” tutur Aminullah dalam info resmi, Kamis (21/9/2017).

Gagasan pengembangan KBA Gampong Alue Naga difokuskan pada empat pilar corporate social responsibility (CSR) Astra. Pada pilar kesehatan juga akan dikerjakan sosialisasi Tingkah laku Hidup Bersih serta Sehat (PHBS) serta pengembangan kader Posyandu.

Di pilar pendidikan juga akan dikerjakan pengembangan dan standarisasi pendidikan anak umur awal (PAUD). Pada pilar lingkungan juga akan dikerjakan penghijauan desa, kursus kader lingkungan, pembuatan tambak tiram serta udang terintegrasi ramah lingkungan, dan pembuatan tempat tinggal tiram.

Baca juga: Biaya Kuliah IPBPendaftaran IPB

Tidak lupa pada bagian pemberdayaan usaha mikro, kecil serta menengah (UMKM) juga akan di gelar sosialisasi pembentukan grup usaha rakyat, kursus bermacam olahan tiram serta ikan dan pembinaan koperasi rakyat.

Peneliti MaPPI FHUI Tak Setuju Jaksa Masuk Densus Tipikor

Gagasan pembentukan Detasemen Spesial Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) Polri memperoleh perhatian spesial dari akademisi Kampus Indonesia (UI).

Peneliti Orang-orang Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Kampus Indonesia (MaPPI FHUI) Adery Ardhan Saputro menilainya Densus Tipikor punya potensi memadukan peranan penyidikan serta penuntutan dalam satu atap.

Baca juga: Biaya Kuliah Ciputra

Peleburan itu punya potensi meletakan institusi Kejaksaan Agung dibawah institusi Polri. ” Bila itu berlangsung, MaPPI FHUI terang menampik, ” ucap Adery sebagai peneliti MaPPI FHUI pada wartawan, Minggu (15/10/2017).

Dengan yuridis, kata Adery, penggabungan penyidikan serta penuntutan buat instansi kejaksaan jadi subordinat.

Tempat itu dikatakannya bertentangan dengan prinsip kejaksaan jadi dominus litis, pengendali sistem perkara dari step awal penyidikan sampai proses sistem eksekusi satu putusan.

Menurut Adery, keadaan itu diibaratkan bagaimana peranan penuntut umum juga akan jalan tidak seperti harusnya. ” Penuntut umum yang semestinya obyektif mengawasi proses penyidikan jadi bermasalah, ” ucap Adery.

Menurutnya, peleburan penyidikan serta penuntutan punya potensi menyebabkan kriminalisasi serta pelanggaran prosedur hukum acara pidana.

Kehadiran Densus Tipikor dinilainya punya potensi makin memperkuat sekalian jadi besar kewenangan kepolisian tanpa ada pengawasan kuat.

” Ini menyebabkan potensi kesewenang-wenangan, ” tuturnya.

Baca juga: Jurusan di UGM

Di bagian beda, MaPPI FHUI tidak mau ikut serta dalam masalah pembentukan Densus Tipikor. Adery lihat pembentukan Densus Tipikor bentuk prinsip riil Polri dalam pemberantasan pidana korupsi.

Untuk MaPPI FHUI, hal tersebut pilihan politik yang lumrah sekalian kewenangan penuh institusi berkaitan. ” Tetapi lagi kami menampik bila pembentukan Densus Tipikor meletakkan peranan penuntutan ada dibawah koordinasi institusi kepolisian, ” tuturnya.

Universitas dalam Pengembangan Teknologi Tenaga Listrik di China

Saya mulai merajut kerja sama juga dengan kampus di China pada 2000 saat menghadiri satu seminar internasional serta sekalian jadi anggota International Advisory Committee di Xian Jiao Tong University. Mulai sejak itu kerja sama melebar ke sebagian kampus terpenting di bagian tehnik tenaga listrik seperti Chongqing University, Tsinghua University, serta satu kampus spesial mengenai tenaga listrik yakni North China Electric Power University di Beijing. Kampus yang paling akhir ini memiliki mahasiswa tehnik tenaga listrik 27. 000 orang (7. 000 salah satunya mahasiswa master serta doktor) serta staf 3. 000 orang.

Baca juga: Biaya Kuliah UGMPendaftaran UGM

Kerja sama mencakup kuliah dosen tamu dari serta ke China, riset dengan, tuntunan mahasiswa pascasarjana dengan, serta publikasi internasional dengan. Pada awal kerja sama ada kesan kalau laboratorium di China simpel dengan sarana yang umum saja. Dapat disebutkan selevel dengan lab di Indonesia. Umumnya mahasiswa serta dosen termasuk juga profesor datang ke lab dengan memakai sepeda ontel. Sarana umum seperti jalan becek, toilet jorok, serta kumuh. Yang menonjol saat itu yaitu sarana berolahraga begitu bagus. Sebagian puluh lapangan tenis meja bahkan juga menyebar di areal universitas yang dengan bebas digunakan oleh mahasiswa serta dosen. Layak China senantiasa juara tenis meja gumam saya dalam hati saat itu.

Dalam 10 tahun paling akhir laboratorium di universitas kampus di China bertambah dengan cepat tambah lebih cepat dengan perubahan laboratorium di Indonesia. Setiap saat bertandang senantiasa saja ada pembangunan/perbaikan lab serta perlengkapan baru. Pada kunjungan lab paling akhir saya pada 2016 saya terasa laboratorium di kampus China telah tambah lebih maju dari yang kami mempunyai.

Dalam kunjungan kerja dengan PLN ke China sekian waktu lalu, Prof Zhang dari Xian Jiao Tong University menuturkan kalau dana penelitian yang digerakkan departemennya dengan 150 dosen pada 2016 yaitu 150 juta yuan atau sekitaran Rp300 miliar. Bermakna rata-rata tiap-tiap dosen memiliki dana penelitian sekitaran Rp2 miliar satu tahun. Layak saja. Dengan dana sebesar itu, pasti perlengkapan laboratorium bisa diperbaharui ikuti state of the art tehnologi tenaga listrik. Dana besar itu sekitaran 70% datang dari pemerintah pusat serta daerah, sedang selebihnya dari industri seperti China Grid, Xidian, Xian Transformer, serta industri perlengkapan listrik beda.

Skema begini berlaku nyaris untuk semua bagian. Satu diantara skema pendanaan dari pemerintah untuk pengembangan tehnologi di China, yakni lewat skema state key laboratory (SKL) yang diawali awal 2000-an yang melingkupi sebagian bagian kunci. SKL menghubungkan kampus serta industri dengan pertolongan dana pemerintah pusat. Sekarang ini ada sekitaran 300 SKL menyebar di China, terlebih di beberapa daerah pusat inovasi serta kampus terpenting seperti Beijing, Shanghai, Xian, Chengdu, Wuhan, Tianjin, Chongqing, Hangzou, Hong Kong, serta Nanjing.

Spesial untuk pengembangan tehnik tenaga listrik, Pemerintah China buat laboratorium kunci (state key laboratory) di lima kampus terpenting, yakni State Key Laboratory of Electrical Insulation and Power Equipment di Xian Jiaotong University, State Key Labora­tory of Control and Simulation of Power Sistem and Generation Equipment di Tsinghua University, State Key Laboratory of Power Transmission Equipment & Sistem Security and New Technology di Chongqing Uni­versity, State Key Laboratory of Alternate Electrical Power Sistem with Renewable Energy Sources di North China Electric Power University, Beijing, serta State Key Laboratory of Advanced Electromagnetic Engineering and Technology di Huazhong University of Science and Technology.

Dana besar dikucurkan pemerintah untuk riset pengembangan tehnik tenaga listrik sebagai tulang punggung industri di China. Dengan dana yang makin besar serta perlengkapan laboratorium yang makin baik, China sukses tingkatkan peran pada pengembangan inovasi di industri serta karya catat berbentuk paper internasional dengan penting. Bila diliat di publikasi jurnal bergengsi seumpama IEEE, pada satu tahun lebih paling akhir publikasi yang ditulis oleh peneliti China makin menguasai. Bagaimana peran keilmuan global dalam tehnik ketenagalistrikan (electrical power engineering) bisa diliat dari IEEExplore, database Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE).

Supaya tampak perubahan peran, mari tinjau untuk kurun 1996-2005 serta 2012-2017. Pada kurun 1996-2005 ada sekitaran 22. 000 karya ilmiah internasional. Amerika menyumbang 27%, Kanada 8%, Jepang 7%, Jerman 5%, serta Korea 3%. Mengenai China menyumbang 8% serta Indonesia 0, 01%.

Pada kurun enam tahun paling akhir (2012-2017) konstelasi beralih mencolok dimana dari sekitaran 120. 000 artikel China serta Amerika tempati posisi pertama dengan keduanya sama menyumbang 17, 5% disusul Kanada serta Korea semasing 6 serta 4%. Jepang turun mencolok jadi cuma 3%. Mes­kipun alami penambahan penting, Indonesia masih tetap pada tempat 0, 6% (dari awal mulanya 0, 01%).

Baca juga: Biaya Kuliah UIIPendaftaran UII

Trend sama juga tampak pada data publikasi ilmiah internasional dalam tehnik ketenagalistrikan didalam database internasional paling besar yakni Scopus. Pada dua kurun saat diatas US turun dari 26% jadi 15, 3%, Jepang turun dari 9, 4% jadi 5, 0%, tetapi China naik dari 9, 5% jadi 27, 3%. Sedang Indonesia alami kenaikan dari 0, 06 persen jadi 0, 3%.

Tampak terang bagaimana peranan ABG (A : academia/kampus, B : business/dunia usaha, G : government/pemerintah) dalam pengembangan tekno­logi ketenagalistrikan. Pemerintah memberi arahan inovasi serta tehnologi apa serta bagaimana butuh diperkembang, kelembagaan, serta pendanaan. Menurut World Bank, China sudah menambah biaya riset dari 0, 56% GDP pada 1996 jadi 2, 07% GDP pada 2015, sedang Indonesia masih tetap bergelut dengan biaya penelitian sekitaran 0, 2% GDP. Industri menyumbang dana serta input mengenai tehnologi yang dibutuhkan, sedang kampus menggerakkan riset sesuai sama arahan pemerintah serta keperluan dari dunia industri. Untuk percepat­an pengembangan serta apli­kasi tehnologi tenaga listrik di Indonesia, peranan ABG butuh di­tingkatkan lewat pendanaan yang ideal, kelembagaan yang mensupport, dan kolaborasi serta keberpihakan pemakaian tehnologi serta barang buatan dalam negeri.

BPDPKS Gelar Sawit Goes to Campus di Universitas Yarsi

Tubuh Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan Sawit Goes to Campus jadi sisi dari usaha tingkatkan pemahaman mengenai industri kelapa sawit serta bebrapa gosip yang berkembang di Kampus YARSI, tanggal 21-25 Februari 2018 di Grand Cempaka Hotel, Jakarta. Sawit Goes to Campus di Kampus YARSI adalah Side Moment di aktivitas 6th Indonesian Medical Student Summit (6th IMSS) yang diselenggarakan oleh BPDPKS.

Baca juga: Biaya Kuliah UMBiaya UKT UM

Gelaran 6TH IMSS adalah aktivitas yang di hadiri lebih kurang 300 peserta dari perwakilan mahasiswa kedokteran semua Indonesia. Kampus YARSI adalah Kampus ke-6 (enam) sebagai tempat dikerjakannya Sawit Goes to Campus, sebelumnya setelah sudah dikerjakan di Kampus Gadjah Mada, Kampus Muhammadiyah Malang, Kampus Sebelas Maret, Institut Pertanian Stiper, serta Kampus Riau.

Kepala Divisi Instansi Kemasyarakatan serta Civil Society BPDPKS Kus Emy Puspita Dewi menyebutkan, kalau Industri Sawit adalah satu diantara komoditas andalan Indonesia sebagai satu diantara penyumbang paling besar nilai export Indonesia, menyerap tenaga kerja yang cukup besar, dan satu diantara penggerak serta sumber perkembangan ekonomi Indonesia.

” Tujuan dari diadakannya Sawit Goes to Campus oleh BPDPKS yaitu untuk memperkenalkan mitos serta kenyataan Sawit Indonesia pada perwakilan mahasiswa kedokteran semua Indonesia yang disebut generasi penerus bangsa untuk mengerti kebenaran mengenai Sawit diliat dari bagian kesehatan, ” ucapnya dalam pidato pembukaan.

Sawit Goes to Campus di Kampus YARSI mendatangkan narasumber Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M. Si dari SEAFAST IPB, Dr. Ir. Ambar Rukmini, M. P pakar sawit dari Kampus Widya Mataram Yogyakarta, Dr. Ir. Donald Siahaan dari Pusat Riset Kelapa Sawit (PPKS) dan dr. Budiman Bintang Prakoso yang berprofesi jadi dokter.

Diskusi selanjutnya beberapa narasumber mengungkapkan kalau mengkonsumsi minyak sawit dunia yang senantiasa bertambah tiap-tiap tahunnya mengisyaratkan kalau minyak sawit memegang peran perlu dalam kehidupan kita. Satu diantara sebagai pembicaraan hangat pada diskusi kesempatan ini yaitu jalinan minyak sawit dengan diabetes melitus.

Pasien diabetes disarankan untuk hindari konsumsi radikal bebas yang didapat dari minyak yang gampang teroksidasi. Minyak sawit (palm oil) bila dibanding dengan soft oil (minyak bunga matahari, soybean), yang lebih gampang teroksidasi yaitu soft oil, hingga minyak sawit jadi pilihan untuk pasien diabetes bila menginginkan konsumsi makanan yang dibuat.

Baca juga: Biaya Kuliah UBBiaya UKT UB

Minyak sawit memiliki kandungan vitamin A serta vitamin E yang begitu tinggi, tetapi biasanya pada sistem pemurnian dikerjakan sebagian step untuk menyingkirkan komponen-komponen yg tidak kita kehendaki, diantaranya baunya serta warnanya. Hal semacam ini karena sebab orang-orang pemula masih tetap berpikiran kalau baiknya minyak berwarna kuning jernih, sedang minyak sawit berwarna jingga kemerahan.

Warna jingga kemerahan ini karena sebab minyak sawit memiliki kandungan beta karoten yang tinggi, tetapi orang-orang tidak punya kebiasaan dengan minyak yang berwarna jingga kemerahan. Oleh karenanya dikerjakan sistem pemujatan yang mengakibatkan vitamin yang berada di minyak menyusut.


Sida 2 av 41234