Kehidupan Universitas

Wapres Jusuf Kalla Akan merima Gelar Doktor Honoris Causa

Wakil Presiden Juiceuf Kalla juga akan terima titel Doktor Honoris Causa di bagian Sosiologi Agama dari Kampus Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Rektor UIN Alauddin Makassar Musafir Pababbari menyebutkan ada dua pertimbangan titel itu layak disematkan pada Wakil presiden Kalla, yaitu pertimbangan dengan empiris serta akademis.

Baca juga: Biaya Kuliah UNSPendaftaran UNS

Dari bagian empiris, Wakil presiden JK dinilai dapat merampungkan beberapa perseteruan yang terkait dengan agama dengan memprioritaskan pendekatan damai.

” Argumen empirisnya kalau di mana-mana resolusi perseteruan yang berada di Indonesia ini, dia penyelesaiannya memakai peace studies. Ada tidak perseteruan di Indonesia pak JK mengerahkan kemampuan militer untuk merampungkan itu? Tak ada, ” tuturnya, di Kantor Wakil Presiden, Senin (31/7/2017).

Menurut dia, peranan Wakil presiden Kalla begitu positif dalam melindungi kesatuan dalam kerangka berbagsa serta bernegara.

” Kajian akademisnya kan bisa disebutkan terbatas yah namun pemikiranya itu telah melampaui fikiran akademis yang terbatas itu. Itu argumen akademisnya, ” lanjutnya.

Pemberian Titel Doktor Honoris Causa pada Wakil presiden JK itu gagasannya juga akan dikerjakan pada akhir Oktober 2017.

Titel itu juga akan jadi yang ke-10 diberi pada Wakil presiden JK dari beragam kampus. Paling akhir, Wakil presiden memperoleh titel Honoris Causa dari Rajamangala University of Technology of Isan (RMUTI) Thailand di bagian Administrasi Usaha awal tahun kemarin.

” Pak JK telah memperoleh sembilan honoris causa namun tidak satupun yang beri di bagian sosiologi agama walau sebenarnya begitu empirik, begitu terlihat. Itu argumennya kami berasumsi beliau begitu layak, ” imbuhnya.

Baca juga: Biaya Kuliah UNSOEDPendaftaran UNSOED

Universitas Indonesia Jadi Kampus Hijau Terbaik

Kampus Indonesia jadi universitas hijau paling baik di Tanah Air dibarengi Institut Pertanian Bogor serta Institute Tehnologi Sepuluh November.

Baca juga: Akreditasi Prodi UNDIP

Pengumuman itu dikelurkan oleh instansi penelitian UI greenmetric world university rangkings 2017. Mulai sejak awal tahun, instansi ini konsen pada universitas yang memiliki komitmen dalam melakukan pengelolaan lingkungan di universitas.

Ketua UI GreenMetric, Riri Fitri Sari menyebutkan riset itu dikerjakan pada beberapa puluh universitas di Indonesia. Sekitaran 58 perguruan tinggi di Indonesia tercatat serta turut memiliki komitmen dalam program pelestarian lingkungan di universitas.

“Kita senantiasa awal tahun mulai penelitian. Mulai April telah lakukan konferensi internasional, ” kata Riri Fitri selesai pengumuman rangking universitas hijau paling baik dunia serta Indonesia di Universitas UI, Depok, Senin (11/12/2017).

Beberapa penilaian dikerjakan oleh tim penelitian itu, seperti pengaturan lingkungan hijau di universitas, pemakaian daya paling barukan pengganti daya fosil, transportasi universitas yang ramah lingkungan sampai matakuliah yang mengangkat masalah pengelolaan lingkungan.

Baca juga: Akreditasi Prodi UNS

Terkecuali tiga universitas hijau paling baik sesuai sama posisinya, UI GreenMetric juga melaunching posisi universitas hijau yang lain. Kampus Negeri Malang memperoleh posisi ke-4, Kampus Sebelas Maret posisi lima serta Kampus Dipenogoro pada posisi ke-6.

Lalu Kampus Brawijaya pada tempat ke tujuh, Kampus Islam Indonesia posisi delapan, Terlkom University di posisi Sembilan serta tempat 10 adalah Kampus Padjajaran Bandung.

 

Beberapa Universitas Setuju, 20.000 Situs Bersejarah Terancam

Dengan terdapatnya perseteruan, pembangunan, serta penjarahan ; beberapa puluh ribu website Yerikho bersejarah seperti kota kuno Petra serta Yerikho ada di ambang kehancuran.

Hal semacam ini disibakkan oleh tiga kampus dalam peluncuran Endangered Archaeology in the Middle East and North Africa (EAMENA), satu database yang mengabadikan sekitaran 20. 000 website bersejarah yang tengah terancam di Timur Tengah serta Amerika Utara.

Project besar ini adalah hasil hubungan kerja dari University of Oxford, University of Leicester, Durham University, serta Arcadia Fund. Mereka mengharapkan supaya lewat EAMENA, orang-orang umum semakin lebih mengetahui serta terpacu untuk menolong menyelamatkan bebrapa website bersejarah itu.

Baca juga : Akreditasi Prodi UNNES

Robert Bewley, seseorang arkeolog dari Oxford University serta ketua project EAMENA, menyebutkan, tidak semuanya rusaknya serta ancaman pada arkeologi bisa dihindari, namun mereka dapat dikurangi dengan membagikan info serta kekuatan spesialis.

Project EAMENA ini sudah diawali mulai sejak tahun 2015. Sepanjang dua tahun, beberapa peneliti menyatukan info tentang bebrapa website bersejarah itu memakai beberapa photo satelit. Di samping tingkat ancaman, EAMENA juga memberi info histori tentang semasing website serta jalinan diantara bebrapa website itu.

Jadi contoh yaitu biara Saint Catherine di Mesir. EAMENA mendeskripsikan website ini jadi biara tertua didunia yang masih tetap berperan. Mulai sejak dibangun pada era ke-6, biara itu selalu dipakai namun saat ini terancam oleh pembangunan, pariwisata, serta pemakaian yang terlalu berlebih. Untungnya, biara itu masih tetap dinilai berkondisi “bagus”.

Disamping itu, kota kuno Yerikho yang ada di Palestina dinilai berkondisi “buruk”. Kota kuno ini sudah sekian kali dimaksud dalam alkitab serta Al Quran. Website ini jadi tempat tinggal untuk Menara Yerikho, susunan batu tertua didunia yang diprediksikan datang dari periode Neolitik pra-tembikar (8000 SM). Saat ini, kota kuno Yerikho kehancuran karena pembangunan, penggalian arkeologi serta komersial.

Menyikapi hal semacam ini, Bewley juga menyebutkan, arkeologi di Timur Tengah serta Afrika Utara begitu kaya serta bermacam. Mereka berikan kita pengetahuan tentang budaya yang paling awal serta penting dalam histori manusia.

“Orang-orang yang dengan berniat mengakibatkan kerusakan bebrapa website arkeologi ini tengah menyerang warisan budaya kita, ” ucapnya.

Baca juga : Biaya Kuliah UPIPendaftaran UPI

Nasib Universitas yang Didirikan Warga AS Di Pyongyang

TIDAK banyak yang tahu kalau rupanya Korea Utara (Korut) mempunyai kampus swasta yang dikelola oleh warga berkebangsaan Amerika Serikat (AS), yaitu Pyongyang University of Science and Technology (PUST).

Kampus Tehnologi serta Sains Pyongyang ini yaitu hanya satu perguruan tinggi swasta di negeri tertutup itu.

Institusi yang berdiri pada Oktober 2010 itu didanai keseluruhan oleh negara-negara asing, serta salah nya ialah AS.

Gagasan pendirian kampus tersebut diprakarsai oleh grup evangelical atau misionaris Kristen dari AS yang lakukan misi kemanusiaan di Korut.

Baca juga : Biaya Kuliah UGMBiaya UKT UGM

Kampus ini tidak berada di tempat asal-asalan. Walau terdapat diluar kota Pyongyang, pemerintah Korut sendirilah yang membagikan ruang spesial untuk kampus itu.

Diperlukan izin spesial untuk komune akademik (civitas academica) kampus untuk melancong ke Pyongyang.

Kampus itu mempunyai beberapa fakultas seperti fakultas usaha, tehnik, kedokteran, pertanian dan biologi serta bhs asing.

Semuanya mata kuliah di ajarkan dalam Bhs Inggris dengan keinginan bisa membuat generasi-generasi muda Korut yang bisa berperan untuk perkembangan ekonomi negara itu.

Selama ini PUST sekian umum kampus ini disingkat mempunyai 500 mahasiswa pria serta 60 mahasiswi wanita.

Dosen-dosen kampus sendiri umumnya datang dari AS. Ada pula yang datang dari China, Kanada, serta Inggris.

Travel ban AS

Tetapi, masa depan kampus ini jadi suram sesudah travel ban yang di keluarkan pemerintah AS pada warganya untuk melancong ke Korut.

Larangan melancong yang di keluarkan pemerintahan Donald Trump ini resmi berlaku Jumat minggu kemarin.

Perkuliahan semester baru sendiri sudah diawali tempo hari Senin (4/9/2017) tanpa ada staf pengajar dari AS.

Larangan ini jadi pukulan berat karna separuh dari 60-80 dosen datang dari AS.

Mereka yaitu profesor-profesor yang bersedia menyempatkan saatnya untuk memberikan diri mengajar di Korut.

Pendiri kampus itu, James Kim, serta rektornya, Park Chan-mo, yang berkewarganegaraan AS sudah meninggalkan Pyongyang, Jumat kemarin.

Baca juga : Biaya Kuliah Gundar

Selama ini kampus tergantung pada 20-25 staf pengajar beda sekian di sampaikan oleh Colin McCulloch, Direktur Jalinan Internasional PUST pada The New York Times.

Kampus menyebutkan juga akan coba merekrut staf pengajar beda diluar AS untuk menangani problem pelik ini.

Washington menyebutkan masih tetap juga akan memperhitungkan visa spesial untuk warganya yang melancong ke Korut dalam rencana misi kemanusiaan serta kebutuhan nasional.

PUST menyebutkan juga akan memajukan permintaan visa untuk staf pengajar AS dengan memakai pengecualian itu.

Selama ini pengoperasian kampus jalan lancar walaupun pertanyaan menyelimuti masa depan uji coba pendidikan yang unik ini.

Tak ada problem bermakna yang keluar terkecuali dua orang relawan kampus ditahan aparat Korut tahun ini dengan argumen aksi yg tidak bersahabat pada rezim Kim Jong Un.

Hej världen!

Välkommen till improveme.se. Det här är ditt första inlägg. Redigera eller ta bort det och börja blogga!


Sida 4 av 41234