Månadsvis arkiv: augusti 2018

Ini Kata Presiden Jokowi usai Jajal Mobil Listrik ITS

Selesai resmikan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) di Pintu masuk Warugunung, Surabaya, Presiden Joko Widodo langsung menjajal mobil listrik hasil karya mahasiswa Institit Tehnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Kesempatan ini yang dijajal oleh Presiden Jokowi ialah Mobil Listrik Ezzy II.

Baca juga: Biaya Kuliah UNTANPendaftaran UNTAN

Mobil Ezzy II ini disediakan awal mulanya di pintu masuk tol itu. Mobil yang didominasi dengan warna merah ini, dicoba oleh Presiden Jokowi. Dengan didampingi oleh Team dari ITS, Jokowi duduk di kursi sisi depan.

Selesai menjajal mobil listrik itu, Presiden Jokowi mengakui mengapresiasi hasil karya anak bangsa itu. Akan tetapi, ia belumlah dapat memberi komentar mobil buatan ITS ini. ”Saya belumlah dapat banyak memberi komentar, kan masih tetap coba 20 km. saja,” kata Jokowi, Selasa (19/12/2017).

Presiden mengakui cuma rasakan goncangan mobil, waktu pengemudi mengalihkan perseneling untuk menuju kecepatan tinggi. ”Barusan cocok geser gigi masih tetap berasa gleg.. gleg,” tuturnya. Akan tetapi, animo masih dikasihkan pada mahasiswa ITS berdasar hasil karyanya itu.

Baca juga: Biaya Kuliah POLNEPPendaftaran POLNEP

Tidak cuma itu, kata Presiden Jokowi, pihaknya akan menggerakkan beberapa produk penelitian dalam negeri untuk dapat di produksi dengan masaal serta bisa dibuka langsung oleh pasar. ”Memang hasilnya lama serta susah, tetapi pemerintah selalu berusaha serta menggerakkan produk penelitian anak negeri,” katanya.

Sesaat di kesempatan itu, Presiden Jokowi resmikan tol selama 36,27 Km.. Jalan tol ini membentang melalui 4 daerah, yaitu Surabaya, Gresik, Sidoarjo, serta Mojokerto.

0 kommentarer

UB belum akan berubah status menjadi PTN-BH

Kampus Brawijaya (UB) Malang mengakui masih tetap menanti mandat dari Kementerian Penelitian Tehnologi serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk merubah status jadi Perguruan Tinggi Negeri Tubuh Hukum atau PTN-BH. Dikutip dari Pada, hal itu diutarakan oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS.

Baca juga: Jurusan di BINUS

Bisri sendiri menuturkan jika sampai saat ini memang belumlah ada mandat dari Kemenristekdikti dengan sah. Oleh karenanya, di belum juga dapat merubah status dari PTN Tubuh Service Umum (BLU) jadi PTN-BH.

”Kurun waktu dekat ini kami belum beralih status jadi PTN-BH, terkecuali ada mandat langsung dari Kemenristekdikti. Sebetulnya, Tubuh Hukum atau BLU sama juga, cuma wadahnya saja yang berlainan,” jelas Bisri.

Walau bagaimanapun akan tetapi universitas juga tidak akan alami banyak pergantian bila statusnya PTN-BH akan tetapi belumlah ada usaha atau produk yang dipunyai. Hal seperti ini membuat universitas itu cuma dapat ambil dari cost SPP yang disetujui dengan Menristekdikti untuk mendukung cost operasional universitas.

Belumlah ditetapkannya status PTN-BH ini disadari Bisri menbuat UB cukuplah kesusahan. Misalnya ialah dalam mengajukan izin produksi untuk diagnostic kit diabetes hasil penelitian dari Institut Biosains UB memerlukan waktu lumayan lama, yaitu seputar delapan tahun .

Dia menyebutkan jika sesudah proses saat delapan tahun , hasil penelitian itu baru dapat di produksi, walau sebenarnya UB sudah bekerja bersama dengan pihak ke-3, yaitu Biofarma untuk produksi massal. Sesuai dengan ketetapan, universitas yang belumlah berstatus PTN-BH mesti menggandeng pabrik untuk produksi massal hasil risetnya.

Sayang nya sejauh ini pemerintah belumlah berjalan untuk menghubungkan perguruan tinggi dengan industri untuk menerapkan hasil penelitian. Oleh karenanya, bila UB sudah mendapatkan status PTN-BH karena itu mereka akan mempunyai otonomi luas untuk buka serta tutup program studi.

Baca juga: Jurusan di TEL-U

Diluar itu, penghasilan PTN-BH bukan adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Asset yang dipeoleh dari usaha itu akan lepas dari asset negara serta jadi asset sendiri.

Sekarang ini ada 11 perguruan tinggi negeri yang berstatus PTN-BH, yakni ITB, UGM, IPB, UI, UPI, USU, Unair, Unpad, Undip, Unhas, serta ITS. Sedang UB masih tetap berstatus PTN-BLU yang tidak bisa mencari keuntungan. Namun, UB telah mempunyai tubuh usaha akademik (BUA) serta tubuh usaha non akademik (BUNA).

0 kommentarer

Buce raih gelar doktor pada usia 85 tahun di Universitas Pattimura

Marialdus Ary Herman Tahapary sukses mencapai titel doktor pengetahuan hukum pada umur 85 tahun dalam ujian promovendus doktoral di Kampus Pattimura Ambon, Senin (21/8).

Sesudah berjuang saat lebih dua jam menjaga desertasinya yang berjudul ”Inti Nilai-Nilai Pancasila Menjadi Landasan Kepribadian Dalam Pembentukan Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berkeadilan” di depan lima orang penguji, Marialdus dinyatakan lulus dengan predikat begitu memuaskan.

Baca juga: Biaya Kuliah UNLAMPendaftaran UNLAM

Marialdus atau akrab dipanggil Buce ialah peraih titel doktor paling tua untuk program Strata-3 yang lulus di Unpatti.

Ia tampak sudah sempat menitikan air mata waktu terima ijazah dari Rektor Unpatti Prof. M.J. Saptenno yang juga bekas mahasiswanya waktu meniti kuliah program S1.

Buce dalam paparannya menyampaikan Pancasila ialah ideologi bangsa yang pada hakekatnya memiliki kandungan nilai-nilai kepribadian yang memvisualisasikan seperti apakah semestinya kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, katanya, undang-undang adalah produk hukum yang mengatur jalannya kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia sebaiknya berlandaskan nilai-nilai kepribadian Pancasila.

Namun, tuturnya, tidak dapat dimungkiri jika pembentukan hukum (law making process) di Indonesia malah mendapatkan intervensi dari beberapa kebutuhan, terpenting kebutuhan politik penguasa.

”Beberapa anggota dewan kita semestinya memprioritaskan nilai-nilai kepribadian Pancasila dalam tiap-tiap pembentukan produk hukum, itu jadi landasan terpenting yang harus, tetapi justru diacuhkan,” katanya.

Walau terbata-bata menuturkan desertasinya dalam promovendus yang di pimpin langsung Rektor Unpatti Prof. M.J. Saptenno, Buce menjawab dengan lancar tiap-tiap pertanyaan dari penguji yang sejumlah besar ialah bekas mahasiswanya, serta memperoleh nilai A dalam ujian terbuka itu.

”Saya mulai mengajar mengenai Pancasila pada 1973,” kata Buce waktu di tanya tentang pengalamannya mengajar Pancasila oleh Prof. Irwansyah, penguji external dari Kampus Hasannudin (Unhas) Makassar.

Lahir di Ternate, Maluku Utara pada 12 Maret 1933, Buce ialah bekas dosen hukum tata negara di Fakultas Hukum Unpatti. Ia merampungkan program S2 serta S3 di bagian hukum sesudah pensiun dari universitas tempatnya mengajar.

Buce merampungkan studi dasarnya di Sekolah Rakyat Ambon, SMP Bahagian Tentu Alam, serta Sekolah Guru Atas (SGA) Ambon, lantas meneruskan ke Fakultas Hukum Unpatti tapi menamatkannya di Kampus Brawijaya (Unibraw).

Sesudah lulus pendidikan S1, Buce 2x ikuti program summer course sertifikasi dosen di Kampus Airlangga (Unair) lalu jadi pengajar di Unpatti.

Saat bekerja di Unpatti, ia terdaftar sempat jadi sekretaris serta dekan pada fakultas tempatnya mengajar dan pembantu rektor III bagian kemahasiswaan.

Pengalaman yang lain diluar negeri ialah jadi penceramah di Kampus River Side, California, Amerika Serikat, mengkuti pertemuan sarjana hukum se-Asia di Malaysia, Singapura, Filipina, serta Korea Selatan.

Baca juga: Biaya Kuliah POLSRIPendaftaran POLSRI

Rektor Unpatti Saptenno menyampaikan oleh karena lulus pada umur yang telah tua, Buce tidak dapat lagi memperoleh titel profesor. Walau demikian, dengan pengabdiannya pada pendidikan sampai kini, Buce sama juga dengan seseorang profesor.

Desertasinya dinilai begitu memuaskan serta akan dibukukan di Pattimura University Press.

”Karena sangatlah tua telah tidak dapat lagi memperoleh titel profesor, tetapi beliau sama dengan seseorang profesor. Desertasi beliau akan kami bukukan di Pattimura University Press,” tuturnya.

0 kommentarer

@kemalsept Dikutuk UPI

Kampus Pendidikan Indonesia (UPI) mengutuk @kemalsept atas kicauannya yang mengejek Kota Bandung serta Wali Kota Ridwan Kamil.

Baca juga: Jurusan di UNSIL

”Mengutuk keras penghindaan yang dikerjakan pemilik account twitter @kemalsept yang merendahkan martabat Kota Bandung dan menyakiti semua masyarakat Kota Bandung,” tutur Koordinator Bagian Publikasi serta Dokumentasi Media Humas UPI Andika Dutha Bachari, dalam pertemuan wartawan di Universitas UPI, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/9/2014).

Tidak cuma itu, UPI mengatakan supportnya bila Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan laporan masalah itu ke polisi. Karena apakah yang dikerjakan @kemalsept dilihat menjadi penghinaan serta pencemaran nama baik.

Buat UPI, masalah itu bukan masalah kecil. Hingga UPI butuh angkat bicara karena pemilik account twitter @kemalsept disebut-sebut menjadi mahasiswanya.

Baca juga: Jurusan di POLINDRA

”Ini kami tanggapi menjadi masalah besar, bukan main-main. Di Yogyakarta saja (Florence) sampai mohon maaf ke Sultan. Ini telah pelanggaran berat,” tegas Andika.

0 kommentarer

Kekerasan Murid SD, Sosiolog: Guru Sibuk Kejar Sertifikasi

Pengamat Sosial Kampus Andalas Padang, Dwiyanti Hanandini menilainya, ramainya kekerasan pada siswa karena guru kurang pengawasan karena repot menguber sertifikasi.

“Kesibukan itu membuat guru kecapekan, hingga memberi pengajaran pada siswa asal saja, membuat guru kurang perhatian pada muridnya, guru juga repot kesana ke mari untuk menguber sertifikasi itu,” tuturnya, Senin (13/10/2014).

Baca juga: Biaya Kuliah UNHASPendaftaran UNHAS

Pengakuan ini dikatakan menanggapi tindakan kekerasan pada murid SD Trisula Perwatri, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumber) yang diupload di situs Youtube dengan judul “Kekerasan Anak SD” pada Sabtu (11/10/2014).

Jaman dulu, katanya, guru SD cuma mengajar satu kelas sekaligus juga berperan menjadi alternatif orangtua siswa waktu di sekolah.

”Tetapi, saat ini tidak sama lagi. Aktivitas sertifikasi ini membuat perhatian pada muridnya menyusut. Semestinya, guru itu menegur siswa sekaligus juga mengamati mereka dalam sekolah,” tuturnya.

Celakanya lagi, beberapa orangtua siswa juga memberi perlengkapan mutakhir, dan membiarkan melihat yang tidak sama dengan usianya.

“Karena orangtua repot bekerja akan berefek sama anak-anak, mereka kurang memperoleh perhatian. Pada akhirnya mereka membuat suatu yang tidak mereka kenali efeknya,” tuturnya.

Baca juga: Biaya Kuliah UNIMAPendaftaran UNIMA

Karenanya, guru serta orangtua mesti lebih tambahan ketat dalam pengawasan. Waktu didalam rumah, dipantau oleh orang tuanya serta saat di sekolah dipantau oleh guru. “Saat ini kan di sekolah seringkali guru lupa memberi perhatian pada siswanya, ya karena aktivitas itu, kecapekan untuk sertikasi,” ujarnya

0 kommentarer

Beasiswa Tanoto Fundation Seleksi Mahasiswa Medan

Tonoto Foundation, yayasan yang konsentrasi menanggulangi kemiskinan lewat pendidikan, pemberdayaan, serta penambahan kualitas hidup, mengadakan Expo National Champion Scholarship di Pendopo Kampus Sumatera Utara (USU), tempo hari.

Head Of Scholarship Tanoto Fundation, Tonny Viktor, menyampaikan, Expo National Champion Scholarship ini adalah yang pertama-tama diselenggarakan. Pekerjaan ini mempunyai tujuan supaya beasiswa yang semenjak tahun 2006 mereka beri, dapat di ketahui oleh beberapa siswa serta mahasiswa di Sumatera Utara (Sumut). “Kita lihat ketertarikan pelajar besar sekali menghadiri pekerjaan ini. Minggu ini (tempo hari) kami titel di Medan, satu pekan lagi di Jambi, serta dua minggu lalu diselenggarakan di Pekanbaru, Riau. Menjadi, pendaftaran beasiswa ini bisa dibarengi pelajar serta mahasiswa di Sumut, Jambi, serta Riau,” katanya pada wartawan di Pendopo USU Medan, tempo hari.

Baca juga: Jurusan di UNTAN

Dia mengatakan, tahun depan akan memberi beasiswa 230 untuk nonikatan dinas serta 40 beasiswa untuk ikatan dinas. Beasiswa nonikatan dinas ini dibagi lagi, yaitu terdiri atas 200 untuk sarjana, serta 30 untuk pascasarjana. Beasiswa ini dapat dibarengi pelajar serta mahasiswa di semua Indonesia. Mereka yang mendaftarkan akan diseleksi berdasar pada nilai akademis, psikotes, serta interview . Peserta yang lulus nanti dipandang karyawan serta telah digaransi akan dipekerjakan.

Untuk nonikatan, Tonoto Foundation bekerja bersama cukup dengan sembilan kampus di Indonesia, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Tehnologi Bandung (ITB), Kampus Gadjah Mada (UGM), Kampus Hasanuddin (Unhas), Kampus Indonesia (UI), Kampus Jambi (Unja), Kampus Mulawarman (Unmul), Kampus Riau (Unri), serta USU. “Sedangkan beasiswa ikatan dinas kami bekerja bersama dengan 28 kampus serta spesial di Medan cuma delapan kampus.

Mereka juga bisa pilih kampus swasta, dapat di Kampus Islam Sumatera Utara (UISU), Kampus Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kampus Methodist atau Kampus HKBP Nommensen. Demikian juga jurusan, yang terpenting yang terkait dengan pertanian, kehutanan, tehnik kimia, elektro, sosial, ekonomi, manajemen, akuntansi. Intinya pas dengan usaha kami,” katanya.

Walau masih tetap termasuk lama, lanjut Tonny, pihaknya ingin mengenalkan yayasan Tonoto Fooundation mengenai visinya untuk menyejahterakan penduduk lewat pendidikan. “Mereka dapat lihat dengan on-line . Hari ini (tempo hari) gongnya buka beasiswa, mereka dapat masukan data pribadi serta kami akan kirimkan aplikasinya kelak. Lalu baru kami seleksi,” katanya.

Baca juga: Jurusan di POLNEP

Deputi Program Tonoto Foundation, Margareth Ari Widowati, memberikan, proses seleksi National Champion Scholarship ini terdiri atas tiga step. Pertama, Tonoto Foundation akan memilih kelengkapan administrasi serta dokumen yang diisyaratkan. Ke-2 , tes psikologi, Ke-3, interview . “Kalau ada aplikasi dengan dokumen yang tidak komplet atau prestasi akademi pelamar yang tidak penuhi kriteria, dengan automatis aplikasi itu dinyatakan gugur,” tuturnya.

Sesaat Pembantu Rektor (PR) III USU, Raja Bongsu Hutagalung, menyongsong baik ada Expo National Champion Scholarship yang diadakan Tonoto Foundation ini. Karena, banyak pelajar serta mahasiswa yang akan tahu langsung info mengenai beasiswa dari yayasan itu.

0 kommentarer

Mahasiswa dan Warga Bentrok, 1 Sepeda Motor Dibakar

Mahasiswa Kampus Muhammadyah Makassar ikut serta benturan dengan beberapa orang tidak diketahui di muka kampusnya Jalan Sultan Alauddin Makassar, Sabtu (8/11/2014).

Baca juga: Biaya Kuliah UNMPendaftaran UNM

Tidak ada korban jiwa dalam momen ini akan tetapi beberapa sepeda motor punya mahasiswa dirusak serta dibuang ke selokan.

Bahkan juga salah satunya sepeda motor dibakar akan tetapi belumlah di ketahui siapa pemilik sepeda motor nahas ini.

Momen disangka bermula waktu berlangsung ada perkelahian antarmahasiswa di muka universitas. Salah seseorang mahasiswa yang berkelahi lalu masuk ke universitas menyebut rekan-rekannya.

Tidak berselang lama beberapa puluh mahasiswa keluar berhamburan ke jalan mengamuk memakai senjata tajam, senjata rakitan papporo, batu serta anak panah.

Baca juga: Biaya Kuliah UNRAMPendaftaran UNRAM

Masyarakat yang ada di sekitar juga dikejar oleh mahasiswa.Tawuran reda sesudah pihak rektorat menahan emosi mahasiswa.

0 kommentarer