Buce raih gelar doktor pada usia 85 tahun di Universitas Pattimura

Marialdus Ary Herman Tahapary sukses mencapai titel doktor pengetahuan hukum pada umur 85 tahun dalam ujian promovendus doktoral di Kampus Pattimura Ambon, Senin (21/8).

Sesudah berjuang saat lebih dua jam menjaga desertasinya yang berjudul ”Inti Nilai-Nilai Pancasila Menjadi Landasan Kepribadian Dalam Pembentukan Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berkeadilan” di depan lima orang penguji, Marialdus dinyatakan lulus dengan predikat begitu memuaskan.

Baca juga: Biaya Kuliah UNLAMPendaftaran UNLAM

Marialdus atau akrab dipanggil Buce ialah peraih titel doktor paling tua untuk program Strata-3 yang lulus di Unpatti.

Ia tampak sudah sempat menitikan air mata waktu terima ijazah dari Rektor Unpatti Prof. M.J. Saptenno yang juga bekas mahasiswanya waktu meniti kuliah program S1.

Buce dalam paparannya menyampaikan Pancasila ialah ideologi bangsa yang pada hakekatnya memiliki kandungan nilai-nilai kepribadian yang memvisualisasikan seperti apakah semestinya kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, katanya, undang-undang adalah produk hukum yang mengatur jalannya kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia sebaiknya berlandaskan nilai-nilai kepribadian Pancasila.

Namun, tuturnya, tidak dapat dimungkiri jika pembentukan hukum (law making process) di Indonesia malah mendapatkan intervensi dari beberapa kebutuhan, terpenting kebutuhan politik penguasa.

”Beberapa anggota dewan kita semestinya memprioritaskan nilai-nilai kepribadian Pancasila dalam tiap-tiap pembentukan produk hukum, itu jadi landasan terpenting yang harus, tetapi justru diacuhkan,” katanya.

Walau terbata-bata menuturkan desertasinya dalam promovendus yang di pimpin langsung Rektor Unpatti Prof. M.J. Saptenno, Buce menjawab dengan lancar tiap-tiap pertanyaan dari penguji yang sejumlah besar ialah bekas mahasiswanya, serta memperoleh nilai A dalam ujian terbuka itu.

”Saya mulai mengajar mengenai Pancasila pada 1973,” kata Buce waktu di tanya tentang pengalamannya mengajar Pancasila oleh Prof. Irwansyah, penguji external dari Kampus Hasannudin (Unhas) Makassar.

Lahir di Ternate, Maluku Utara pada 12 Maret 1933, Buce ialah bekas dosen hukum tata negara di Fakultas Hukum Unpatti. Ia merampungkan program S2 serta S3 di bagian hukum sesudah pensiun dari universitas tempatnya mengajar.

Buce merampungkan studi dasarnya di Sekolah Rakyat Ambon, SMP Bahagian Tentu Alam, serta Sekolah Guru Atas (SGA) Ambon, lantas meneruskan ke Fakultas Hukum Unpatti tapi menamatkannya di Kampus Brawijaya (Unibraw).

Sesudah lulus pendidikan S1, Buce 2x ikuti program summer course sertifikasi dosen di Kampus Airlangga (Unair) lalu jadi pengajar di Unpatti.

Saat bekerja di Unpatti, ia terdaftar sempat jadi sekretaris serta dekan pada fakultas tempatnya mengajar dan pembantu rektor III bagian kemahasiswaan.

Pengalaman yang lain diluar negeri ialah jadi penceramah di Kampus River Side, California, Amerika Serikat, mengkuti pertemuan sarjana hukum se-Asia di Malaysia, Singapura, Filipina, serta Korea Selatan.

Baca juga: Biaya Kuliah POLSRIPendaftaran POLSRI

Rektor Unpatti Saptenno menyampaikan oleh karena lulus pada umur yang telah tua, Buce tidak dapat lagi memperoleh titel profesor. Walau demikian, dengan pengabdiannya pada pendidikan sampai kini, Buce sama juga dengan seseorang profesor.

Desertasinya dinilai begitu memuaskan serta akan dibukukan di Pattimura University Press.

”Karena sangatlah tua telah tidak dapat lagi memperoleh titel profesor, tetapi beliau sama dengan seseorang profesor. Desertasi beliau akan kami bukukan di Pattimura University Press,” tuturnya.

0 kommentarer

Lämna ett svar

E-postadressen publiceras inte. Obligatoriska fält är märkta *