ERP Belum Siap, BPTJ Sarankan Sistem Ganjil-Genap Diperpanjang

Kepala Tubuh Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono minta pada Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk perpanjang kebijaksanaan pelebaran ganjil-genap yang akan selesai pada 31 Desember 2018.

Baca juga : Jurusan di UIN MALANG

Menurut Bambang, penghilangan ganjil-genap mesti bersamaan dengan pengaktifan electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar. Supaya, program penetapan kendaraan pribadi berjalan efisien.

”Ganjil-genap itu kebijaksanaan temporer sebab orang dapat beli mobil kembali atau geser ke kendaraan roda dua. Kebijaksanaan ganjil genap di luar tol di DKI Jakarta ialah kewenangan gubernur. Kami BPTJ meminta kebijaksanaan ganjil-genap diperpanjang kembali,” kata Bambang pada wartawan, Senin (17/12/2018).

Bambang meneruskan, sekarang ini pihaknya tengah merangkum kebijaksanaan jalan berbayar untuk diaplikasikan pada tahun 2019 yang akan datang. Nanti, jalan berbayar itu akan ada di tiga tempat. Titik pertama di Jalan Sudirman-MH. Thamrin. Untuk ring dua serta ke-3 masih juga dalam pengkajian pada BPTJ serta Pemprov DKI.

”Ring 1 serta 2 kewenangan di Pemprov DKI kelak kita dapat bekerjasama agar jalannya saling, jika ring 3 kewenangan BPTJ,” sambungnya.

Baca juga : Jurusan di POLINEMA

Dia mengakui, pihaknya tengah berupaya supaya aplikasi jalan berbayar dapat terealisasi pada tahun 2019. Akan tetapi, dia belumlah dapat memastika ihwal waktu tentunya, sebab sampai sekarang masih juga dalam pengkajian.

”Mesti tuntas ya (2019), ganjil genap kan telah setahun tidak ada alternatif lain jika (ERP) 2019 tidak jalan, ganjil genap tidak efisien. Transportasi akan makin jelek,” tutupnya.

0 kommentarer

Lämna ett svar

E-postadressen publiceras inte. Obligatoriska fält är märkta *