Disdukcapil Tangsel Sayangkan Warga Gunakan Calo untuk Urus KIA

Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil Kota Tangerang Selatan (Disdukcapil Tangsel) mengakui akan menampik permintaan pembuatan Kartu Jati diri Anak (KIA) yang dikerjakan oleh calo. Menurut dia, ada 100 sekolah yang dapat lakukan service kolektif sampai orangtua tidak butuh pakai layanan calo.

Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan menjelaskan, jastip pembuatan KIA tidak diijinkan, sebab masuk dalam kelompok pungli (pungutan liar).

Baca juga : Biaya Kuliah BSI

”Agar teratur, pembuatan KIA kolektif cuma dapat dikerjakan lewat sekolah saja. Kami tidak akan terima, sebab gratis. Kolektif cuma melalui sekolah, sebab untuk hindari terdapatnya pungutan liar,” sambungnya.

Sekarang ini, baru ada 100 sekolah yang dapat lakukan service kolektif pembuatan KIA. Bekasnya belumlah dapat. Menurut dia, banyak pilihan supaya masyarakat tidak antre.

”Saya bingung sama masyarakat. Apakah susahnya kolektif lewat sekolah. Telah ada 100 sekolah kok. Masyarakat senang aneh. Beberapa pilihan, tetapi milih yang sulit, yang antre. Ada kolektif, online, mengapa tidak tempuh itu,” tuturnya.

Tidak hanya di sekolah, kolektif dapat juga kantor kelurahan ataupun kecamatan. Dengan catatan, beberapa tempat itu jadi arah dari pembuatan KIA kolektif yang dipastikan.

Baca juga : Biaya Kuliah UNDIKSHAPendaftaran UNDIKSHA

Akan tetapi, waktu di tanya di mana agenda KIA kolektif itu, Dedi minta bersabar. Dengan suara bercanda, ia menjelaskan, nantikan sampai APBD turun. Selanjutnya, ia menyatakan, jika pembuatan KIA gratis.

”Tuch kan mulai ada pungutan liar. Ada yang gratis kolektif or online, pilih yang bayar. Silahkan (jastip), tetapi akan kami tolak. Cuma lewat sekolah dengan pengantar sah dari kepsek yang akan kami layani,” tukasnya.

0 kommentarer

Kommentera

E-postadressen publiceras inte. Obligatoriska fält är märkta *

*