Sinergi Kementerian Keuangan dan Kementerian Lain Selamatkan Rp61,86 Miliar

Ditengah-tengah usaha Direktorat Jenderal Bea serta Cukai Kementerian Keuangan tengah menggalakkan prinsip ‘Legal itu Mudah’ pada beberapa aktor industri dalam negeri, masih saja diketemukan oknum-oknum yang bertindak ilegal lewat cara menyelundupkan barang untuk menghindarkan pungutan negara.

Dalam menjalankan manfaat pengawasannya, DJBC selalu berusaha dengan optimal untuk pastikan jika beberapa barang yang tersebar di pasar adalah barang legal serta tidak membahayakan warga.

Baca juga : Jurusan di GUNADARMA

Dalam memerangi peredaran barang ilegal, DJBC dengan bertahap serta masif sudah lakukan pengawasan serta pengusutan di beberapa daerah di Indonesia. Searah dengan Program Penertiban Import, Cukai, serta Export Ilegal di Selat Malaka, Pesisir Timur Sumatera, serta Batam pada 15 Januari 2019 di Batam.

Pada April 2019, DJBC sudah gagalkan usaha penyelundupan belasan ribu telephone pegang, laptop, tablet, serta alat elektronik yang lain. Dalam 2x pengusutan yang dikerjakan pada Sabtu (20/04/2019) serta Jumat (26/04/2019), DJBC sudah tangkap produk elektronik ilegal yang terbagi dalam telephone pegang, laptop, tablet, serta produk elektronik yang lain dengan keseluruhan nilai barang sampai kira-kira Rp61,86 miliar.

Dalam pertemuan wartawan di Kantor Pusat DJBC, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengutarakan jika modus yang dipakai dalam ke-2 penyelundupan itu termasuk nekat dengan memakai kapal berkecepatan tinggi/High Speed Craft (HSC). Pengusutan pertama dikerjakan pada Sabtu (20/04) di pergudangan wilayah Jakarta Barat.

Pengusutan bermula waktu Special Enforcement Tim (SET) DJBC memperoleh info terdapatnya pendapat pemasukan barang ilegal di Pantai Salira, Banten serta langsung lakukan pengamatan semenjak 12 Maret 2019.

Pada Jumat (19/04) jam 23.00 WIB, SET DJBC datang di tempat Pantai Salira, Banten serta merasakan tiga unit mobil box yang sudah usai lakukan pekerjaan bongkar muat barang dari kapal HSC.

SET DJBC lalu mengawasi perjalanan ke-3 mobil box itu dan lakukan pengaturan dengan Customs Enforcement Tim (CET) untuk menindak dalam tempat yang dituju. Hari Sabtu (20/04), jam 01.00 WIB, petugas DJBC tangkap ke-3 mobil box itu waktu masuk satu gudang di Jalan Kali Sekretaris Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Petugas DJBC selekasnya mengevakuasi ke-3 mobil box bersama tanda bukti dan menyelamatkan enam orang pelaku berinisial RL, MM, I, MS, T, serta HJ untuk diolah selanjutnya. Dari pengusutan ini, petugas DJBC sukses mengambil alih beberapa produk elektronik dengan jumlahnya kira-kira 18.920buah sejumlah kira-kira Rp54,63 miliar.

Cuma berlalu 1 minggu, Jumat (26/04) unit pekerjaan Patroli High Speed Kantor Daerah DJBC Spesial Kepulauan Riau kembali lakukan pengusutan HSCbermesin 4 x 300 PK dengan muatan telephone pegang.

Jam 19.50 WIB, Unit Pekerjaan BC 15041 memburu satu HSC dari arah Pulau Pisang ke arah Pulau Patah. Unit Pekerjaan BC 1105 bergerak untuk menghambat jalan yang peluang dilewati HSC itu.

Jam 20.30 WIB, Unit Pekerjaan BC 15041 sukses menyelamatkan HSC itu, tetapi petugas merasakan tanda bukti dibuang ke laut oleh beberapa awak kapal yang menceburkan diri ke laut.

Hasil dari pengumpulan tanda bukti yang dikerjakan Unit Pekerjaan BC 1105, petugas sukses menyelamatkan 98 karton berisi kira-kira 3.279 buah telephone pegang sejumlah Rp7,24 miliar. Diluar itu, petugas sukses menyelamatkan HSC yang dipakai jadi fasilitas pengangkut barang ilegaltersebutbernilaikuranglebih Rp932 juta.

Dengan pengetatan pengawasan di pelabuhan sah serta pesisir timur pantai timur Sumatera dan perbatasan karena itu berlangsung pergantian modus penyelundupan lewat titik-titik baru yang sampai kini tidak jadi titik riskan penyelundupan.

Dari dua pengusutan tertera di atas, DJBC sudah sukses menyelamatkan satu orang terduga serta sekarang ini masih juga dalam proses peningkatan. Peningkatan perlakuan masalah itu akan menyertakan Pusat Laporan serta Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) serta Direktorat Jenderal Pajak dalam rencana joint investigation untuk membuka serangkaian masalah termasuk juga layer-layer yang berada di dalamnya.

Baca juga : Jurusan di UPH

Atas penyelundupan ini, aktor akan dijaring dengan ketetapan hukum UU No. 10 Tahun 1995j.o UU No. 17 Tahun 2006 mengenai Kepabeanan masalah 103d j.o. masalah 55 ayat 1 KUHP dengan intimidasi hukuman paling singkat 2 tahun serta paling lama 8 tahun serta/atau pidana denda paling dikit Rp100 juta serta terbanyak Rp5 miliar.

Pengusutan yang sudah dikerjakan DJBC adalah bukti keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum serta memberantas peredaran beberapa barang ilegal.Di tahun 2019 sampai April, DJBC sudah lakukan 3.354 pengusutan di bagian import. Dari jumlahnya itu, ada 136 masalah penyelundupan telephone pegang. Peredaran barang itu tidak cuma akan merugikan beberapa aktor industri dalam negeri yang patuh pada ketentuan, tetapi punya potensi membahayakan warga mengingat tidak terdapatnya izin edar yang diedarkan oleh pemerintah.

Seperti yang sudah digaungkan dalam Program Penertiban Import, Cukai, serta Export Ilegal di Selat Malaka, Pesisir Timur Sumatera, serta Batam pada 15 Januari 2019 di Batam,kesuksesan DJBC ini tidak terlepas dari kolaborasi serta prinsip Kementerian/Instansi lain salah satunya Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Agung, Pusat Laporan serta Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), BAKAMLA, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Komunikasi serta Informatika.

0 kommentarer

Lämna ett svar

E-postadressen publiceras inte. Obligatoriska fält är märkta *