Bulan Puasa Ramadhan, Volume Sampah di Bekasi Naik 5% Setiap Hari

Volume sampah di daerah Kabupaten Bekasi sepanjang bulan puasa Ramadhan alami penambahan sampai 5 % tiap hari dibandingkan bulan awalnya. Penambahan produksi sampah di 23 kecamatan karena terdapatnya pergantian skema mengonsumsi warga sepanjang bulan puasa.

”Trend penambahan volume sampah ini biasa berlangsung waktu Ramadhan, serta penambahan volume sampah berlangsung hampir tiap bulan Ramadhan. Tetapi sampah itu masih kita dapat tangani,” tutur Kabid Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto, Jumat (10/5/2019).

Baca juga : Jurusan di UNAND

Menurutnya, kenaikan volume sampah dipacu meningkatnya berbelanja warga, hingga sampah yang dibuat makin bertambah. Hal tersebut dapat disaksikan dari menggunungnya sampah di pasar tradisionil lumayan tinggi. Diluar itu, volume sampah dipermukiman masyarakat ikut juga bertambah.

Dodi menyebutkan tiap hari petugas mencatat sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu sekitar 800 ton. Saaat bulan puasa Ramadhan ini banyaknya tembus 850 ton atau bertambah 5 %.

Walau dalam bulan Ramadan, katanya, tidak ada pengurangan frekwensi pengangkutan sampah dari pemukiman masyarakat ke TPA Burangkeng. Pengangkutan sampah masih sama dengan bulan-bulan awalnya, supaya lingkungan warga masih bersih serta warga nyaman dalam jalankan beribadah puasa.

”Petugas masih bekerja sama dengan sebelum bulan Ramadhan. Bila sampah yang meluap itu tidak selekasnya diprediksi, karena itu dalam tempo dekat punya potensi berlangsung penimbunan sampah”.

Baca juga : Jurusan di UNRI

Dinas Lingkungan Hidup tengah mempersiapkan menambahkan personil lapangan dan meningkatkan armada yang akan lakukan penyisiran sampah di semua daerah Kabupaten Bekasi. Dengan demikian, service pengangkutan sampah, baik sampah di lingkungan masyarakat atau sampah pasar dapat dikerjakan lebih optimal.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Jejen Sayuti minta pada pemerintah supaya service pada warga masih berjalan seperti umumnya, meskipun sedang berpuasa.

”Pelayananan tetap harus berjalan, tentu saja saja pekerjaan pengangkutan sampah harus juga berjalan sehari-harinya,” pungkasnya.

0 kommentarer

Lämna ett svar

E-postadressen publiceras inte. Obligatoriska fält är märkta *