Omzet Pedagang Turun

Geliat ekonomi di beberapa pasar tradisionil di Sragen, Jawa Tengah, condong lesu. Dinas Perindustrian serta Perdagangan (Disperindag) Kabupaten mencatat ada penurunan omzet 30-50% di beberapa pasar tradisionil.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, selanjutnya mengerahkan perangkat sipil negara (ASN) untuk belanja di beberapa pasar tradisionil, Jumat (15/11/2019). Pergerakan yang dicap ’Ayo Berbelanja Bersama dengan ke Pasar Tradisional’ ini dikerjakan untuk memberi respon anjloknya omzet beberapa pasar tradisionil. Bersama dengan beberapa puluh ASN, Yuni, panggilan akrab bupati, belanja ke Pasar Bunder serta Pasar Kota Sragen.

Baca Juga : Biaya Kuliah UNESA

”Ini seringkali ada keluhan omzet alami penurunan. Saya inisiasi menggerakkan beberapa ASN untuk berbelanja ke pasar (tradisionil). Dibanding Sabtu Minggu ke mal, jika ini kan gaungnya terdengar. ASN saja ke pasar, mudah-mudahan dapat diikuti oleh warga umum,” tutur Yuni, pada wartawan di Pasar Bunder, Juma

Pergerakan ini, sambungnya, akan mengarah ke semua wilayah di Sragen. Dianya sudah memerintah Camat serta Kepala Desa, untuk ikut lakukan pergerakan belanja ke pasar tradisionil.

”Jika semua turut memeriahkan pergerakan ini, bukan sekedar ikut menolong memulihkan perekonomian pasar, tetapi kita dapat juga berhemat sebab harga di pasar tradisionil tentu tambah murah dibanding harga di pasar kekinian,” tutur Yuni.

Kepala Disperindag Sragen, Tedi Rosanto mengatakan, penurunan omzet memang berlangsung hampir di semua pasar tradisionil di Sragen. Rataan tingkat penurunan, tertera sampai 30 % dibanding beberapa tahun awalnya.

”Trennya memang alami penurunan. Paling kronis berlangsung di Pasar Sumberlawang, dimana pedagang disana menyalahkan penurunan omzet sampai 50 %. Pergerakan ini kita kerjakan, untuk memeriahkan pasar tradisionil. Bukan sekedar ASN, kami harap dapat menyebar ke semua susunan warga,” jelas Tedi.

Baca Juga : Universitas Negeri Surabaya

Lesunya pasar tradisionil, sambungnya, berlangsung sebab warga makin malas belanja ke pasar. Ditambahkan ramainya pedagang keliling memakai sepeda motor, yang ikut jadi unsur pemicu turunnya omzet di pasar tradisionil.

”Pergerakan berbelanja bersama dengan ke pasar tradisionil ini akan kita kerjakan setiap hari Jumat. Ini jadi trigger saja, kita harap dapat jadi pola hidup beberapa ASN untuk kembali belanja di pasar tradisionil,” kata Tedi.

Penurunan omzet ini dibetulkan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Sragen, Mario. Menurut dia, anjloknya omzet mulai dirasa pedagang semenjak Agustus kemarin.

”Penurunannya benar-benar mencolok. Saat ini yang berbelanja di Pasar Kota tinggal beberapa orang yang tingal di pelosok saja. Kami harap pergerakan ini bukan hanya jargon, kami nantikan keberlanjutannya,” tutur Mario.

0 kommentarer

Lämna ett svar

E-postadressen publiceras inte. Obligatoriska fält är märkta *