Dosen Psikologi

Mengenal Lebih Dalam Tentang Fobia

Fobia adalah masalah serius yang tidak boleh disepelehkan, dari data penelitian oleh National of Mental Health menyebutkan bahwa kurang lebih terdapat 5%-12% orang amerika mempunyai fobia. Terdapat lima puluh juta orang di Amerika dan sepuluh juta orang di inggris mempunyai fobia. Fobia adalah sebuah rasa takut yang irasional yang mengkibatkan kecemasan yang luar biasa. Kita semua pasti mengalami ketakutan akan tetapi ketakutan tersebut tak selalu diartikan sebagai fobia. Lalu bagaimanakah fobia itu? apa perbedaan dengan rasa ketakutan biasa?

Sebagai makhluk yang memiliki insting bertahan hidup maka rasa emosi yang mendasar yang ada dalam diri manusia adalah rasa takut. Rasa takut merupakan bentuk respon dari situasi yang mengancam diri. Akan tetapi jika rasa takut itu muncul bukan dari respon emosi, bersifat irasional atau tidak wajar maka kita harus memperhatikan lebih dalam, karena hal tersebut dapat diartikan sebagai fobia. Fobia juga akan mengganggu aktivitas sehari-hari kita.

Fobia merupakan sebuah ganguan kecemasan atau anxiety disorder. Beberapa gejala gangguan kecemasan adalah panik, gemetar, takut, keinginan melarikan diri, jantung berdetak dengan cepat, dan sesak nafas.

Terdapat tiga gangguan kecemasan fobia diantaanya yaitu fobia khusus (specific phobias), gangguan kecemasan sosial (soscial anxiety disorder) dan yang ketiga yaitu agorafobia (agoraphobia). Berikut adalah penjelasan singkat mengenia ketiga gangguan fobia tersebut :

Specific Phobia

Dalam DSM-IV (1994) Specific Phobia adalah sebuah ketakutan yang berlebihan dan terus menerus terhadap sebuah objek atau situasi tertentu. Situasi dan objek tersebut dapat dikategorikan menjadi lima jenis yakni :

1. Natural Environment (contohnya kegelapan, ketinggian, badai, dan sebagainya)
2. Hewan (contohnya ular, kecoa, cicak dan sebagainya)
3. Situasional (misalnya elevator, terbang, ruang tertutup dan lin sebagainya)
4. Blood-Injection-Injury (contohnya menerima suntukan dan menyuntik, melihat darah)
5. Lain-lain (misalnya kebisingan, karakter berkostum dan lain sebagainya)

Specific phobia biasanya terlahir karena trauma terhadap pengalaman hidup. Jenis fobia ini bisa diobati dengan cognitive behavioral therapy (CBT), serta bantuan psikolog atau psikoater.

Social Phobia

Social phobia adalah bentuk pobia terhadap lingkungan sosial atau situasi sosial. Suatu misal berbicara dihadapan publik. Seseorang yang mengalami social phobia merasa takut akan penolakan, diniliai negatif, serta takut dianggap memalukan. Rasa takut tersebutlah yang mengakibatkan seseorang enggan untuk terlibat dalam aspek sosial.

Fobia sosial biasanya tidak bisa dideteksi sampai seseorang mulai beranjak dewasa. Rasa malu yang ada muncul dari pengalaman malu yang terinternalisasi sejak dini. Seseorang yang memiliki harga diri rendah akan cenderung mengalami fobia sosial. Langkah penyembuan untuk fobia sosial yaitu dengan terapi psikologi, obat, atau dengan strategi self-help.

Agoraphobia

Agoraphobia adalah sebuah ketakutam terhadap situasi ramai, ruang terbuka, atau area publik. Seseorang dengan agorafobia akan merasa cemas jika bepergian sendirian, bahkan mereka enggan keluar rumah karena rumah merupakan daerah yang dianggap paling aman. Seseorang yang memiliki agorafobia biasanya akan mengalami gejala kecemasan yang signifikan. Mereka biasanya akan merasa mual, sesak nafas, pusing, dan berkeringat. Fobia jenis ini akan menimbulkan rasa tidak percaya diri serta rendahnya harga diri. Fobia ini bisa ditangani dengan cognitive behavioral therapy (CBT), strategi self-help, serta pemberian obat.

Fobia dapat dikatakan sebagai situasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi perlu diingat bahwa untuk mengatasi fobia kita perlu untuk penyelaman diri serta penerimaan diri sepenuhnya.

Hej världen!

Välkommen till improveme.se. Det här är ditt första inlägg. Redigera eller ta bort det och börja blogga!


wordpress hemsida wordpress hemsida