Månadsvis arkiv: juli 2018

Kematian Deudeuh Masih Misterius, Ini Kata Psikolog UI

Misteri pembunuhan pada Deudeuh Alfin Sahrin (26) belum juga terkuat. Psikolog dari Kampus Indonesia (UI) Enoch Markum menilainya dalam masalah pembunuhan umumnya tidak dilatar belakangi cuma satu karena saja.

Baca juga: Biaya Kuliah UNPARPendaftaran UNPAR

Menurut Enoch, umumnya pemicu pembunuhan karena hal yang multi bila ditelisik selanjutnya. Dari sejumlah pemicu itu baru di ketahui motif menguasai kenapa aktor membunuh korbannya.

” Mungkin saja karena dikecewakan. Tetapi tidak cuma itu, jika dikaji selanjutnya mungkin saja dikecewakannya tidak cuma sekali. Jadi aktor hingga sampai nekat membunuh. Saya tetap menyangka bukan karena satu penyebab saja, ” kata Enoch pada Sindonews, Senin 13 April tempo hari.

Dia menjelaskan, bila seorang telah dikecewakan berkali-kali jadi tanggapan yang dikerjakan dapat di luar akal sehat (membunuh). Dugaan kuat juga, aktor terasa terlukai oleh tingkah laku korban yang dinilai merendahkan. ” Mungkin ada hal peka yang berlangsung pada korban serta aktor, ” tegasnya.

Enoch memberikan, orang yang lakukan tindakan di luar logika merupakan orang yang dirundung frustasi. Hingga aktor condong lakukan tindakan agresif (membunuh).

Baca juga: Biaya Kuliah UPHPendaftaran UPH

Meskipun, sambung dia, tidak kebanyakan orang frustasi bertindak agresif. ” Yang pasti aktor terasa terlukai, ” ujarnya.

0 kommentarer

Robot Pemadam Api Unair Tumbangkan ITS

Kampus Airlangga (Unair) selalu meningkatkan panjang daftar prestasi yang dicapai mahasiswanya.

Sesudah team Gabungan Nada Kampus Airlangga (PSUA) menyapu titel juara di arena internasional, saat ini giliran mahasiswa Sekolah Vokasi Unair, sama dengan D-1, D-2, D-3, mencatatkan prestasi.

Baca juga: Biaya Kuliah UNSYIAHBiaya UKT UNSYIAH

Beberapa mahasiswa jurusan Otomasi Skema Instrumentasi (OSI) itu tampak menjadi juara I lomba robot pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015 Regional IV di Jakarta, 2 Mei kemarin. Arena yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) itu diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Penelitian, Tehnologi, serta Pendidikan Tinggi.

”Alhamdulillah kami mendapatkan juara satu lomba robot berkaki, ” papar Muhammad Haris, seseorang mahasiswa Vokasi Unair yang tergabung dalam Airlangga Strike Tim Robotica and Instrumentation (Astrai), tempo hari. Robot team Astrai itu dapat memadamkan api yang ada dalam ruang. Prestasi ini pasti cukuplah membesarkan hati karena mereka sukses menggeser dominasi mahasiswa Institut Tehnologi Sepuluh Nopember (ITS) ataupun PENS yang sampai kini kuasai bagian itu.

”Kami dapat jadi juara karena menang taktik. Robot dari ITS pergerakannya cepat. Akan tetapi, waktu ada juri, robot ITS secara langsung padamkan api. Jika robot kami tidak . Malah saat tidak ada juri, robot padamkan api, ” katanya. Perjuangan Haris dkk mencapai prestasi itu pasti tidak mudah. Mereka sudah bekerja beberapa bulan untuk membuat robot pemadam api itu serta mencapai predikat juara pada KRI 2015. Mereka bahkan juga mesti merogoh kocek sampai Rp25 juta untuk membuat robot berkaki itu.

”Kami mulai membuat hardware sepanjang satu bulan pada Desember 2014. Setelah itu, kami mempersiapkan software -nya sampai empat bulan. Software memang lebih lama pengerjaannya karena mesti membuat pergerakan robot dalam memadamkan api, ” katanya. Astrai juga membuat beberaparobotalatokoh- tokohpewayang an. Ada Mega Tantra yang mirip tokoh Gatotkaca dan robot penari yang dapat menampilkanbeberapagerakan.

Sepanjang pembuatan, Team Astrai mesti mengungsi di Gedung Fakultas Pertanian supaya mendapat tempat lebih luas untuk mengadakan ajang robot. Keberhasilan team Astrai di KRI 2015 itu pasti meningkatkan motivasi Haris dkk untuk dapat mencapai prestasi lagi. Setidak nya itu jadi modal semangat mereka untuk kembali bersaing pada Kontes Robot di Yogyakarta, 11-14 Juni yang akan datang.

Baca juga: Biaya Kuliah POLNEP

”Kami semakin lebih menyiapkan diri lebih optimal. Pekerjaan rumah kami sekarang ini merupakan melakukan perbaikan servo agar gerakan robot lebih cepat, ” tegas Haris. Meskipun demikian, Haris mengaku, beberapa mahasiswa yang sampai kini sukses membuat robot prihatin karena tidak ada satu juga perusahaan di Tanah Air yang menghasilkan karya mereka dengan cara massal.

0 kommentarer

Unissula Bangun RSIGMP dan Laboratorium

Untuk menguatkan basis pendidikan kedokteran, Kampus Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang membangun Pusat Laboratorium Kedokteran serta Rumah Sakit Islam Gigi serta Mulut Pendidikan (RSIGMP).

Baca juga: Jurusan di IPB

Rektor Unissula Anis Malik Thoha menyampaikan, pusat laboratorium yang tengah dalam proses persiapan pembangunan itu ditujukan kedokteran umum serta gigi. “Dari bagian keilmuan, laboratorium memanglah mutlak terdapat serta akan dipakai untuk mahasiswa serta staf dosen. Terutama merujuk pada Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti), kehadiran FKG juga harus dibarengi kepemilikan rumah sakit gigi serta mulut. Karenanya, kita juga sediakan RSIGMP, ” katanya selesai penanaman tiang pancang dimulainya pembangunan itu tempo hari. Pembangunan RSIGMP serta pusat laboratorium itu ditargetkan akan usai kurun waktu dua tahun .

“Untuk laboratorium serta rumah sakitnya ini ialah step pertama. Kelak terdapat step ke-2 yang mencakup pembangunan gedung baru Fakultas Kedokteran hingga dapat satu kompleks, baik FKG, FK Umum, ataupun perkuliahan dan dekanatnya, ” tukasnya.

Selain itu, Ketua Bagian Pembangunan Chukama Rivai menyampaikan, luas areal yang dipakai untuk pembangunan ialah 5086, 30 mtr. persegi (m2), dengan luas gedung untuk laboratoriumnya 10. 880 m2 serta bangunan RSIGMP sampai 11. 474, 30 m2. ‘’Anggaran yang dipakai sampai lebih dari Rp116 miliar, ” jelasnya.

Baca juga: Jurusan di UIN Jakarta

Penanaman tiang pancang pertama menjadi pemberi tanda dimulainya pembangunan itu di hadiri Ketua Yayasan Tubuh Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Hasan Thoha Putra, Ketua Pembina YBWSA Hamidun Kosim, Rektor Unissula Anis Malik Thoha, beberapa wakil rektor, Dekan FKG Dr Drg Suryono, Dekan FK dr Iwang Yusuf, serta seluruh kelompok akademisi Unissula.

0 kommentarer

HIMAJA FIB UI Gelar J-Event

Beberapa mahasiswa maniak semuanya mengenai Jepang (Otaku) ketertarikan berkumpul melihat Titel Jepang Kampus Indonesia (UI). Acara yang digagas Himpunan Mahasiswa Jepang Fakultas Pengetahuan Pengetahuan Budaya (HIMAJA FIB UI) kembali mengadakan even tahun an mereka dalam menyalurkan tertarik kebudayaan Jepang.

Baca juga: Biaya Kuliah UNSRIPendaftaran UNSRI

Sepanjang tiga hari, beberapa ribu orang memadati Boulevard UI untuk nikmati beragam aktivitas menarik. Pengunjung yang ada berdandan ramai memakai baju ala anime Jepang atau yang akrab dimaksud Cosplay seperti tokoh Naruto, One Piece, Attack on Titan serta yang lain.

Beragam perlombaan, workshop, seminar, sampai tampilan band bikin beberapa pengunjung tersihir sampai puncak acara pada Minggu (9/8/2015) malam. Titel Jepang adalah salah satunya J-Event yg sangat dinantikan oleh kelompok penggemar Jepang.

Acara tahun an yang sudah berjalan sepanjang 21 tahun ini selalu berkembang dari sisi acara dan
jumlahnya pengunjung. Pada tahun 2014 Titel Jepang didatangi seputar 27. 000 pengunjung. Th. ini Titel Jepang diselenggarakan lagi.

Untuk guest star Titel Jepang UI 21 ditutup oleh tampilan band punk pop Silent Siren. Band yg terbagi dalam 4 gadis Jepang yang cantik Sumire Yoshida (Suu), Hinako Umemura (Hinanchu), Aina Yamauchi (Ainyan), serta Yukako Kurosaka (Yukarun).

Ada pula Kumiko Funayama atau Kumicky, top jenis Jepang yang tengah naik daun, menjadi bintang tamu. Nama Silent Siren diusulkan Yoshida. “Kesunyian serta bunyi sirine itu kan dua hal yang berlawanan, ” tuturnya di tempat, Minggu malam (9/8/2015).

Baca juga: Biaya Kuliah UMMPendaftaran UMM

Hinanchu yang jadi pemimpin di antara teman-temannya mengakui ketertarikan tampak dimuka fans mereka yang banyak didominasi pelajar serta mahasiswa. Mereka juga hingga ikhlas belajar Bhs Indonesia serta menyanyikan lagu berbahasa Indonesia menjadi bentuk penghormatan pada beberapa pengunjung.

“Kami kerap komuniksi melalui twitter dengan fans di Indonesia. Kami juga belajar Bhs Indonesia.
Terimakasih untuk supportnya, kita bawakan lagu Indonesia, atau lagu Jepang yang banyak di ketahui orang-orang Indonesia, ” katanya sembari tertawa.

0 kommentarer

Mahasiswa UISU Sandera Mobil Rektor

Unjuk rasa mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Kampus Islam Sumatera Utara (UISU) yang menuntut ijazah diwarnai penyanderaan mobil punya Rektor UISU Mhd Asaad di Universitas UISU Jalan Karya Bakti Medan, Kamis (10/9).

Tidakhanyamenyandera mobilToyota Innova berwarna hitam dengan nomer pelat BK 1175 OS, mahasiswa juga mengeborkan ke empat ban mobil itu. Diluar itu, mobil juga ditempeli spanduk dari kain putih bertulis“Mobil ini Diambil alih Mahasiswa”.

Baca juga: Jurusan di UNPAD

Diatap mobil itu tampak kardus serta di kapnya ada ban sisa sepeda motor. Mobil yang tampak berdebu itu juga dilemparilumpur, namunkondisinya tampak mulus serta tidak ada yang penyok. Tindakan itu juga diwarnai dengan pembakaran ban sisa di pelataran parkir universitas itu. Koordinator Tindakan Gerakan Dokter Indonesia (PDI) Sumut, Rony Kurniawan menyampaikan, tindakan itu mereka kerjakan karena ijazah mahasiswa FK UISU tidak kunjung di keluarkan pihak universitas.

Mereka juga kecewa karena audiensi dengan rektor tidak terwujud. “Alasan pihak rektorat, ada surat edaran bila mereka keluarkan ijazah kami akan disanksi. Walau sebenarnya tuntutan kami ini berdasar pada UU, tiap-tiap merampungkan pendidikan profesi, kami akan ijazah, ” katanya.

Menurut dia, tindakan itu tidak cuma dikerjakan pihaknya. Sekarang ini ada 44 fakultas kedokteran di Indonesia tengah bergerak menyuarakan tuntutan semacam. “Kami bukanlah mahasiswa lagi, kami telah jadi dokter karena kami sudah lulus 8 Juli 2014 serta sudah merampungkan pendidikan kedokteran, baik akademikdanprofesi. Harusnya kami telah bisa ijazah, ” katanya.

Proses Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) menurut dia, tidak wajar dikasihkan pada mereka. Terutama pembiayaan yang sebetulnya mesti Rp1 juta, tetapi nyatanya dapat Rp3 juta- Rp9 juta. “Ujian kompetensi untuk mendapat sertifikat profesi, bukanlah untuk mendapat ijazah, ” tuturnya. Proses UKMPPD oleh Dikti itu seolah-olah menggiring beberapa dokter ikuti ujian lagi seperti mahasiswa.

“Padahal ijazah mesti di terima dahulu, kami ingin penyelenggaraan UKMPPD ini dihapuskan karena tidak selesai undang-undang. ” “Ujian Kompetensi Dokter (UKD) mesti diserahkan kembali ke organisasi profesi dokter sesuai sama UU mengenai Praktek Kedokteran tahun 2004. Kami ingin ketentuan Dikti per 8 Juli 2014 serta surat edaran Dikti tanggal 4 Maret 2015 yang mengharuskan tiap-tiap lulusan dokter ikuti ujian kompetensi mahasiswa mesti dicabut. UU Pendidikan Kedokteran Th. 2013 terutamanya masalah 36 direvisi karena rancu, ” katanya.

Bukan sekedar tindakan itu, pihaknya akan berusaha berkomunikasi dengan dekanat serta rektorat UISU sampai mengemukakan petisi serta berjumpa segera dengan Presiden RI, Joko Widodo. “Kami juga menekan DPR untuk mengamandemen kembali UU itu. Serta berusaha dapat ketemu segera denganpakpresidenagarinibisa dilakukan tindakan, ” katanya. Sayang nya, Dekan FK UISU Aswin Soefi Lubis yang berupaya di konfirmasi KORAN SINDO MEDAN berkaitan hal tersebut tidak memberi jawaban.

Telephone danpesansingkat (SMS) yang ditujukankenomorteleponseluler kepunyaannya tidak merespons. Semula, PDI Sumut juga mengadakan unjuk rasa dimuka Gedung DPRD Sumut, Senin (24/8/kemarin. Ketua Komisi E DPRD Sumut Effendi Panjaitan yang menyongsong tindakan itu, mengakui sudah menyimpan semua masukan PDI serta berjanji akan mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dikti, IDI, Dinas Kesehatan, serta dekan fakultas kedokteran semua perguruan tinggi di Sumut.

Baca juga: Jurusan di ITB

Menyikapi tuntutan mahasiswa itu, Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Lokasi I Sumut akan mengemukakan masukan mahasiswa ke Ditjen Dikti. Tetapi, Koordinator Kopertis Lokasi I Sumut Dian Armanto menyampaikan, UKMPPD masih jalan. “Aturan masih ketentuan, mesti dipatuhi. Ingin jadi dokter mesti uji kompetensi dahulu, ” katanya. Berkaitan ijazah yang jadi tuntutan mahasiswa menurut dia tidak berada di pendidikan profesi seperti dokter.

“Ijazah bila di pendidikan profesi itu tidak ada, yang ada sertifikat. Yang ada ijazah itu pendidikan fokasi serta akademis. Untuk pendidikan profesi yang ada sertifikat serta kartu sinyal register dokter, ” papar Dian.

0 kommentarer

UI Berduka atas Kepergian Mertua Melly Goeslow

Kampus Indonesia (UI) berduka atas wafatnya Profesor Doktor Benny Hoedoro Hoed. Almarhum yaitu Profesor Emeritus Fakultas Pengetahuan Pengetahuan Budaya (FIB) UI.

Baca juga: Biaya Kuliah PENSPendaftaran PENS

Wakil Rektor UI Bambang Wibawarta menyatakan UI kehilangan figur almarhum jadi pakar semiotik serta linguistik. Dia baru tahu almarhum menanggung derita sakit saat sebelum tutup umur.

“Iya saya juga baru dengar bila beliau sakit baru yang tadi sore. Kelihatannya almarhum tidak ingin merepotkan siapa saja, ” papar Bambang pada wartawan, Rabu (18/11/2015).

Menurut Bambang yang sempat juga menjabat jadi Dekan FIB UI, almarhum figur yang mengagumkan. “Terus menuntun kami yang lebih muda. Sabar serta dedikasi sangatlah tinggi. Sangatlah luas wacananya, ” tuturnya.

Masa lalu Bambang pada almarhum bahkan juga terukir dalam suatu buku.
Pihak UI menyerahkan upacara pemakaman seutuhnya pada gagasan keluarga.

“Buku semiotik beliau kebetulan menggunakan lukisan saya jadi cover-nya. Belumlah tahu gagasan keluarga, ” katanya.

Baca juga: Biaya Kuliah UNRIPendaftaran UNRI

Almarhum merupakan Ketua Peer Grup Kajian Lokasi Eropa. Almarhum tutup umur didalam rumah sakit Bintaro serta dibawa ke rumah duka Jalan Kemang Timur Nomer 26 Kemang, Jakarta. Almarhum yaitu ayahanda dari Anto Hoed, musisi yang juga suami penyanyi Melly Goeslow.

0 kommentarer